Sumbawanews.com,- Paris Saint-Germain bertemu Aston Villa dalam Piala Super Eropa 2026 di Red Bull Arena, Salzburg, pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 02.00 WIB. PSG datang sebagai juara bertahan kompetisi ini setelah mengalahkan Tottenham Hotspur tahun lalu, sementara Aston Villa tampil sebagai juara Liga Europa 2025—trofi besar pertama mereka dalam tiga dekade. Laga ini menjadi ajang ulang tahun duel antara dua pelatih Spanyol berpengalaman: Luis Enrique untuk PSG dan Unai Emery untuk Aston Villa.
Kedua tim baru saja menyelesaikan rangkaian laga persahabatan jelang kompetisi Eropa. PSG mengalami kekalahan telak 3-0 dari Mallorca pada 6 Agustus, sebelum bermain imbang 1-1 melawan Manchester United dua hari sebelumnya. Di sisi lain, Aston Villa menunjukkan performa lebih stabil dengan kemenangan 3-1 atas Pathum United dan 3-1 atas tim All Star Indonesia Super League, meski sempat kalah 2-1 dari Bayern Munich dan Real Sociedad.
Rekam jejak head-to-head terbaru memperlihatkan pertarungan sengit antara keduanya. Pada 10 April 2025, PSG menang 3-1 di Parc des Princes, sementara Aston Villa membalas dengan kemenangan 3-2 di kandang sendiri pada 16 April 2025. Kedua pertandingan itu terjadi dalam fase perempat final Liga Champions 2024/2025, yang menjadi bukti ketajaman dan ketahanan kedua tim di level tertinggi Eropa.
Susunan pemain yang diharapkan menunjukkan komposisi penuh bintang. PSG menurunkan formasi 4-3-3 dengan Khvicha Kvaratskhelia sebagai ujung tombak serangan, didukung oleh Joao Neves dan Vitinha di tengah. Sementara Aston Villa mengandalkan kekuatan fisik dan pengalaman lewat John McGinn dan Boubacar Kamara di lini tengah, dengan Ollie Watkins sebagai penyerang tunggal. Kedua tim sama-sama mengandalkan bek-bek berpengalaman seperti Marquinhos dan Pau Torres untuk menahan tekanan lawan.
Pertandingan dapat disaksikan secara langsung melalui live streaming di Vidio. Dengan reputasi kedua klub yang sedang naik, serta duel strategi antara dua pelatih legendaris, laga ini diprediksi akan menjadi laga penuh gengsi, intensitas tinggi, dan potensi mencetak sejarah baru di kancah Eropa.















