Sumbawanews.com,- Jakarta — Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier resmi mengunjungi Indonesia pada Senin, 15 Juni 2026, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan yang menekankan simbol toleransi antarumat beragama. Di tengah agenda resmi di Istana Kepresidenan bersama Presiden Prabowo Subianto, Steinmeier menyempatkan diri menelusuri Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta — sebuah langkah simbolis yang dianggap sebagai cerminan harmoni keberagaman di Indonesia.
Rombongan kepala negara tiba di kompleks Masjid Istiqlal pukul 09.30 WIB, di mana Steinmeier diberi tur mendalam oleh pimpinan masjid, termasuk penjelasan tentang sejarah, arsitektur, dan peran Istiqlal sebagai simbol kebebasan beribadah di negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Setelah itu, ia berjalan kaki melalui terowongan khusus yang dibangun pada 2021 sebagai wujud nyata dialog antarumat beragama, sebelum tiba di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.
Di gereja bersejarah itu, Steinmeier diterima oleh Uskup Agung Jakarta, yang menyambutnya dengan doa dan penjelasan tentang peran Gereja Katedral dalam kehidupan umat Katolik di ibu kota. Keduanya kemudian menyalami para pemuka agama yang hadir, termasuk perwakilan dari Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu — sebuah momen yang diabadikan sebagai gambaran pluralisme yang hidup di Indonesia.
Dalam pernyataan resmi dari Kantor Presiden Jerman, kunjungan ini dianggap sebagai “pengakuan terhadap Indonesia sebagai contoh global dalam membangun perdamaian melalui dialog antarkeyakinan.” Steinmeier menekankan bahwa “toleransi bukan sekadar kebijakan, tapi budaya yang harus dirawat setiap hari.”
Setelah kunjungan religius, Steinmeier dan Prabowo menggelar pertemuan tertutup untuk membahas kerja sama strategis di bidang energi terbarukan, pengembangan tenaga kerja terampil, serta kolaborasi iklim di kawasan Indo-Pasifik. Keduanya juga sepakat memperkuat dukungan terhadap tatanan global berbasis aturan dan multilateralisme, sekaligus menolak segala bentuk unilateralisme.
Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Steinmeier sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden RI. Sebelumnya, ia pernah berkunjung ke Indonesia pada 2022 di masa pemerintahan Joko Widodo. Kali ini, pemerintah Indonesia mempersembahkan rangkaian acara yang lebih simbolis, dengan fokus pada nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi hubungan bilateral.
Untuk mendukung kelancaran kunjungan, sejumlah ruas jalan utama di Jakarta — termasuk Jalan Sudirman-Thamrin, Gatot Subroto, dan Medan Merdeka — ditutup sementara selama pergerakan rombongan. Pengawalan ketat dilakukan oleh TMC Polda Metro Jaya, yang terus memperbarui informasi melalui media sosial agar warga dapat merencanakan perjalanan.
Steinmeier selanjutnya akan melanjutkan perjalanan kenegaraannya ke Manila, Filipina, menandai rangkaian diplomasi intensif di kawasan Asia Tenggara. Namun, bagi banyak warga Jakarta, momen terpenting hari ini bukanlah pertemuan tingkat tinggi, melainkan gambaran seorang pemimpin asing yang berjalan tenang di antara dua rumah ibadah — tanpa batas, tanpa syarat, hanya dengan rasa hormat.

















