Sumbawanews.com,- Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Swedia berlangsung Rabu, 1 Juli 2026, pukul 04.00 WIB di New York/New Jersey Stadium. Duel ini menjadi ujian berat bagi Les Bleus yang tampil dominan di fase grup, menghadapi Swedia yang melaju sebagai tim peringkat ketiga dengan hanya empat poin.
Prancis, yang menghuni puncak Grup I dengan kemenangan penuh, tampil sebagai favorit setelah mencatatkan empat kemenangan dari lima laga terakhir, termasuk kemenangan 4-1 atas Norwegia dan 3-0 atas Irak. Sementara Swedia, meski berhasil lolos, menunjukkan performa tidak konsisten dengan dua kekalahan telak dari Belanda dan Norwegia, serta hasil imbang melawan Jepang dan Yunani.
Tim asuhan Didier Deschamps diperkirakan turun dengan formasi 4-2-3-1: Mike Maignan di bawah mistar, di belakang Jules Kounde, William Saliba, Dayot Upamecano, dan Theo Hernandez. Di lini tengah, Adrien Rabiot dan Aurélien Tchouameni menjadi penghubung, sementara Michael Olise, Ousmane Dembélé, dan Desire Doue mendukung Kylian Mbappé sebagai ujung tombak.
Di sisi lain, Swedia akan mengandalkan sistem 3-4-3 dengan Jacob Zetterstrom sebagai kiper, didukung lini belakang Gustaf Lagerbielke, Victor Lindelöf, dan Gabriel Gudmundsson. Di lini tengah, Alexander Bernhardsson dan Lucas Bergvall menjadi pengatur ritme, sementara Anthony Elanga, Viktor Gyökeres, dan Alexander Isak menjadi ancaman di depan.
Rekor pertemuan terakhir menunjukkan dominasi Prancis: lima pertemuan terakhir, Swedia hanya mampu menahan imbang sekali, dan kalah empat kali, termasuk kalah 4-2 di laga terakhir pada November 2020.
Seluruh laga Piala Dunia 2026 dapat disaksikan secara gratis melalui siaran langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport. Bagi yang lebih suka streaming, platform resmi FolaPlay dan MAXStream TV menyediakan siaran berlangganan. Tidak ada siaran berbayar di saluran televisi umum, memastikan akses luas bagi seluruh penonton di Indonesia.
Dengan Mbappé yang siap melanjutkan jejak legenda Prancis dan Swedia yang berjuang untuk mengejutkan, pertandingan ini bukan hanya soal kelanjutan perjalanan di turnamen, tapi juga ujian mental bagi tim-tim yang mengandalkan kekuatan tradisional di era sepak bola yang semakin tak terduga.















