Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemangkasan layer-layer dan anak perusahaan di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya Pertamina dan PLN, guna mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan produktivitas, dan menjaga efisiensi operasional. Perintah ini disampaikan dalam rapat di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu, 9 Agustus 2026, yang dihadiri sejumlah menteri dan direksi BUMN.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemangkasan struktur perusahaan pelat merah bertujuan mengurangi birokrasi berlapis yang menghambat kinerja. Langkah ini menyusul sukses konsolidasi 250 BUMN oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam 18 bulan terakhir, yang berhasil menghemat Rp 50 triliun dari pengeluaran rutin seperti gaji direksi, komisaris, sewa gedung, hingga biaya rapat. Prabowo memprediksi penghematan akan meningkat menjadi Rp 70–80 triliun menjelang akhir 2026 seiring pemangkasan BUMN lainnya.
Dalam rapat yang sama, Direktur Utama Pertamina Simon Mantiri melaporkan perkembangan program mandatori Biodiesel 50 (B50) yang diluncurkan pada Juli 2026, serta kesiapan infrastruktur untuk rencana mandatori Bioethanol. Rapat dihadiri Menteri Pertahanan Sjafie Sjamsoeddin, Kepala BIN Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.















