Sumbawanews.com,- Jakarta – Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam konsolidasi nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat. Acara bertajuk “Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition” itu dihadiri lebih dari 12.000 peserta dari seluruh penjuru nusantara, termasuk jajaran pelaksana program di tingkat pusat hingga daerah.
Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi dedikasi para pegawai dan mitra yang bekerja di garda terdepan, bahkan di wilayah terpencil dan sulit dijangkau. “Terima kasih atas pengabdian saudara-saudara di tempat-tempat yang jauh, di tempat-tempat yang susah. Terima kasih atas kesetiaan kalian,” ujar Presiden, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia dimulai dari gizi yang memadai sejak dini.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan laporan pertamanya di hadapan Presiden. Ia menjelaskan bahwa peserta yang hadir terdiri dari 20 Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) dari Sabang hingga Merauke, para Koordinator Regional (Koreg) SPPG, serta 5.873 mitra pelaksana program. Sebagian besar hadir secara langsung dari tiga provinsi: DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Nanik menekankan bahwa kehadiran seluruh pihak ini bukan sekadar bentuk koordinasi teknis, melainkan komitmen strategis untuk memperkuat implementasi MBG secara menyeluruh dan berkelanjutan. “Ini adalah upaya menyamakan visi, memperkuat sinergi, dan memastikan setiap tetes nutrisi yang disalurkan benar-benar sampai ke tangan anak-anak yang membutuhkan,” katanya.
Kehadiran Presiden sekaligus menandai momentum penting pasca pergantian pimpinan BGN. Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot beberapa hari lalu menyusul penyelidikan Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa program MBG. Kepala BGN baru itu langsung menunjukkan kesiapannya menjalankan amanah dengan transparansi dan akuntabilitas.
Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan kepala lembaga negara. Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak Generasi Emas 2045—generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh.
“Kita tidak membangun bangsa hanya dari infrastruktur. Kita bangun dari tubuh-tubuh yang kuat, dari otak-otak yang terpenuhi nutrisinya,” tegasnya.
Dengan jaringan ribuan petugas dan mitra yang terlibat, pemerintah menegaskan bahwa MBG kini berada di jalur yang lebih terkoordinasi, lebih transparan, dan lebih berorientasi pada hasil nyata. Konsolidasi ini menjadi titik balik: dari krisis tata kelola menuju pemulihan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia yang sejati.















