Home Berita Olah Raga Portugal Tersingkir di 16 Besar Piala Dunia 2026, Ronaldo Tutup Kariernya dengan...

Portugal Tersingkir di 16 Besar Piala Dunia 2026, Ronaldo Tutup Kariernya dengan Tangis

Sumbawanews.com,- Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar, pada 6 Juli 2026, di Dallas Stadium, Amerika Serikat. Laga itu menjadi penutup karier internasional Cristiano Ronaldo, yang berusia 41 tahun, setelah mencatatkan hanya 19 sentuhan bola—tiga di antaranya di kotak penalti lawan—dan gagal mencetak gol meski memiliki dua peluang jelas. Tim asuhan Roberto Martinez tampil disiplin secara taktis, namun minimnya suplai bola ke Ronaldo dan ketidakmampuan adaptasi perannya sebagai penyerang murni menjadi faktor kunci kegagalan tim.

Performa Portugal sepanjang turnamen menunjukkan fluktuasi: imbang 1-1 melawan RD Kongo, menang 2-1 atas Uzbekistan berkat brace Ronaldo, dan imbang 0-0 melawan Kolombia. Di babak gugur, mereka menang tipis 2-1 atas Kroasia berkat penalti Ronaldo dan tandukan Goncalo Ramos, dengan keberuntungan menyelamatkan mereka dari gol balasan yang dianulir karena offside. Namun, di laga penentu melawan Spanyol, kelemahan struktural terbongkar: Ronaldo terisolasi, rekan-rekannya enggan mengambil risiko umpan panjang, dan pelatih Martinez enggan mengganti komposisi meski memiliki opsi lebih dinamis seperti Rafael Leao atau Goncalo Ramos sebagai starter.

Meski tim secara keseluruhan tampil lebih terorganisir dibanding fase grup—dengan pertahanan ketat dari Ruben Dias dan Nuno Mendes yang berhasil menahan laju Lamine Yamal—serangan Portugal gagal menemukan ritme. Spanyol membobol gawang Portugal lewat tendangan bebas cepat yang dimanfaatkan Mikel Merino setelah lini pertahanan Portugal kehilangan kedisiplinan sesaat. Ronaldo, yang sejak 2006 belum pernah mencapai final Piala Dunia, menutup partisipasinya di turnamen ini dengan kekalahan di babak 16 besar untuk kelima kalinya dalam enam partisipasi, sementara pelatih Martinez gagal memaksimalkan potensi skuad berbakat yang dimilikinya.

Tangis haru Ronaldo usai laga menjadi gambaran akhir dari sebuah era: sang kapten yang membela Portugal selama dua dekade, kini berlalu tanpa gelar tertinggi di panggung dunia.

Previous articleLenovo Rilis Idea Tab Pro Gen 2 dan Idea Tab 11 Inci, Kombinasi Produktivitas dan AI di Indonesia
Next articleBelgia Kalahkan AS 4-1, Raskin: Ada Keadilan di Balik Kontroversi