Home Berita Olah Raga Portugal Sengaja Incar Imbang Lawan Kolombia demi Hindari Jalur Neraka di Piala...

Portugal Sengaja Incar Imbang Lawan Kolombia demi Hindari Jalur Neraka di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Laga antara Timnas Portugal dan Kolombia berakhir 0-0 di babak pertama di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Amerika Serikat, pada Minggu, 28 Juni 2026, pagi WIB. Namun, fokus tak lagi pada skor sementara, melainkan pada strategi taktis di baliknya. Sumber-sumber analisis sepak bola menyebut, tim asuhan Roberto Martinez sengaja mempertimbangkan hasil imbang—bahkan kekalahan—untuk menghindari jalur paling berbahaya di fase gugur Piala Dunia 2026.

Jika Portugal menang atas Kolombia, mereka akan menjadi juara Grup K dan otomatis terjebak di “jalur neraka” babak 32 besar. Dalam skenario itu, mereka akan menghadapi pemenang Grup L, yang diperkirakan adalah Spanyol, di babak 16 besar. Jika lolos, perempatfinal akan menghadapkan mereka pada pemenang antara Maroko dan Belanda, sementara semifinal bisa berhadapan dengan Prancis atau Jerman—dua raksasa yang sama-sama berada di sisi berlawanan dari bracket.

Namun, jika Portugal hanya meraih hasil imbang atau kalah, mereka akan finis sebagai runner-up Grup K. Dengan posisi itu, lawan pertama mereka di babak 32 besar adalah runner-up Grup L, yaitu Kroasia—tim yang lebih dikenal sebagai lawan yang bisa diatasi secara taktis. Jika menang atas Kroasia, Portugal akan bertemu Spanyol di 16 besar, tetapi jalur setelahnya jauh lebih terbuka: perempatfinal akan menghadapkan mereka pada pemenang antara Belgia dan Jepang, bukan Maroko atau Belanda, sementara semifinal bisa menghadapkan mereka pada tim-tim yang lebih lemah secara statistik dibandingkan Prancis atau Jerman.

Analisis dari akun @footyvibe_ menyebut, “Dilema besar tengah dihadapi Timnas Portugal. Secara taktis, Cristiano Ronaldo cs jauh lebih diuntungkan jika memetik hasil imbang atau bahkan kalah demi mengamankan posisi runner-up grup.” Pernyataan ini bukan sekadar spekulasi, melainkan refleksi dari pola historis tim-tim besar yang sengaja menghindari lawan kuat di fase awal gugur demi memaksimalkan peluang juara.

Dengan demikian, meski Portugal memiliki keunggulan kualitas individu dan pengalaman, strategi mereka di laga pamungkas ini bukan lagi soal menang, melainkan soal bertahan—bukan hanya di lapangan, tapi juga di peta bracket.

Previous articleInggris Dipermalukan Panama, Media Soroti Performa Mondar-Mandir
Next articleGhana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Gagal dan Clarke Mundur