Sumbawanews.com,- Yassine Bounou menjadi pahlawan tak terduga di laga 32 besar Piala Dunia 2026 ketika menepis tendangan penalti Crysencio Summerville dengan satu tangan, mengantarkan Maroko melangkah ke babak 16 besar setelah mengalahkan Belanda 4-2 dalam adu penalti, setelah berakhir imbang 1-1 dalam waktu normal dan perpanjangan.
Laga yang berlangsung di Estadio BBVA, Guadalupe, Meksiko, pada Selasa, 30 Juni 2026, pagi WIB, berjalan ketat sepanjang 120 menit. Meski Belanda lebih mendominasi serangan, pertahanan Maroko yang dikawal rapat oleh Bounou mampu menahan laju tim Oranje. Kiper berusia 35 tahun itu hanya membuat satu penyelamatan krusial di waktu reguler—namun semua itu menjadi tak berarti dibandingkan keajaiban yang ia ciptakan di titik putih.
Dalam adu penalti, Bounou menunjukkan ketajaman mental dan insting luar biasa. Eksekutor pertama Belanda, Teun Koopmeiners, sukses mencetak gol, tapi tiga penendang berikutnya jatuh ke dalam jebakan sang kiper. Justin Kluivert menembak tiang bawah, Wout Weghorst sukses membalas, namun Quentin Timber gagal mengeksekusi karena Bounou bergerak lebih dulu dan menghalau bola dengan tangan kirinya. Lalu, di momen puncak, Crysencio Summerville—pemain muda yang diandalkan—menendang ke sudut kanan, namun Bounou melompat ke sisi kiri, menjangkau bola dengan satu tangan, dan menggagalkan tembakan itu dengan gerakan yang terlihat seperti keajaiban.
Ketika wasit meniup peluit akhir, seluruh pemain Maroko berlari menuju Bounou, merangkulnya dalam tumpukan tubuh yang penuh syukur. Di tribun, ribuan suporter Maroko berteriak histeris, sementara para pemain Belanda terdiam, terpaku oleh kekalahan yang tak terduga.
Bounou, yang kini menjadi kiper utama Timnas Maroko dan bermain untuk Al Hilal di Arab Saudi, telah menggagalkan sembilan tendangan penalti sepanjang karier profesionalnya di laga resmi—tapi ini yang paling heroik. Ia bukan hanya menyelamatkan gawang, tapi juga mimpi sebuah bangsa yang telah menunggu 28 tahun sejak kejayaan mereka di Piala Dunia 1998.
Dengan kemenangan ini, Maroko menjadi tim Afrika pertama yang lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026, sekaligus mengulang kejayaan mereka di Qatar 2022. Sementara Belanda, yang diharapkan menjadi kandidat juara, kembali gagal melangkah jauh—mengakhiri perjalanan mereka dengan kekecewaan yang sama seperti empat tahun lalu.
Di luar lapangan, video aksi Bounou langsung menjadi viral di seluruh dunia. Di media sosial, tagar #BounouOneHandSave menduduki puncak tren global. Bukan hanya karena keahlian teknisnya, tapi karena ia membuktikan bahwa dalam sepak bola, kadang satu tangan bisa mengubah sejarah.















