Home Berita Olah Raga Persija Jakarta Bandingkan Sanksi Rp180 Juta dan Dua Laga Kandang Usiran

Persija Jakarta Bandingkan Sanksi Rp180 Juta dan Dua Laga Kandang Usiran

Sumbawanews.com,- Persija Jakarta resmi mengajukan banding atas sanksi dari Komite Disiplin PSSI yang menjatuhkan denda Rp180 juta dan larangan menggelar dua pertandingan kandang di DKI Jakarta, Banten, serta Jawa Barat. Keputusan itu berlaku setelah pertandingan melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu, 12 September 2026, yang berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Macan Kemayoran lewat gol Ivan Mamut di masa tambahan waktu. Ketua Panitia Pelaksana Persija, Albinus Laurent, memastikan pihaknya sedang menyusun memori banding untuk meminta pembatalan atau pengurangan hukuman, dengan harapan keputusan final bisa diterima sebelum laga melawan Arema FC pada 21 Oktober 2026.

Sanksi pertama berdampak langsung pada laga pekan ketiga Super League 2026/2027, ketika Persija harus bertanding sebagai tamu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 19 September 2026, tanpa penonton. Meski bermain jauh dari kandang, Persija tetap menang 1-0 atas Java United. Laga kandang berikutnya yang terkena sanksi adalah pertandingan melawan Arema FC pada 21 Oktober 2026, yang juga harus digelar di luar tiga wilayah yang dilarang jika banding gagal.

Denda total Rp180 juta terdiri dari empat komponen. Pada sidang 15 September, Komdis PSSI menjatuhkan denda Rp30 juta karena empat botol air minum dilempar dari Tribun Barat ke arah pemain Persib pada menit ke-39. Tambahan denda Rp60 juta diberikan akibat tiga flare dinyalakan di Tribun Utara dan satu petasan dilempar dari Tribun Barat pada menit ke-90+3. Selain itu, denda Rp50 juta dijatuhkan karena adanya sejumlah personel tanpa ID Card yang masuk ke area FOP dan ruang ganti Persija setelah pertandingan. Pada sidang berikutnya, 16 September, Komdis menambahkan denda Rp40 juta terkait penyalaan kembang api di area hotel tempat tim Persib menginap sebelum laga.

Persija berharap proses banding dapat memberikan kepastian lokasi pertandingan kandang selanjutnya, sekaligus mengurangi beban finansial yang dianggap berlebihan. Klub masih mengumpulkan dokumen pendukung untuk memperkuat argumen hukumnya, sambil tetap fokus pada performa di lapangan meski harus menjalani laga kandang di luar zona yang diizinkan.

Previous articleJeep Tiagan Tabrak Mazda di Tol Wiyoto Wiyono, Tak Ada Korban Jiwa
Next articleXi Jinping Tiba di AS, Trump Sambut Langsung di Bandara