Sumbawanews.com,- Hingga menjelang dimulainya musim kompetisi 2026/2027, Persib Bandung belum mengumumkan satu pun pemain baru. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, mengakui proses perekrutan kali ini jauh lebih kompleks dibanding musim sebelumnya, mengingat klub harus bersiap menghadapi empat ajang sekaligus: Indonesia Super League, Piala Indonesia, AFC Champions League Two, dan ASEAN Club Championship (Shopee Cup).
“Kami tidak bisa buru-buru. Waktu sangat sempit, tapi keputusan harus tepat,” ujar Umuh dalam wawancara dengan awak media pada Senin, 22 Juni 2026. “Kalau kami umumkan nama, lalu gagal terwujud, itu akan menimbulkan kebingungan di kalangan suporter. Lebih baik diam dulu, lalu umumkan dengan pasti—secepatnya.”
Umuh menekankan bahwa manajemen tidak hanya mencari pemain inti, tetapi juga pelapis berkualitas tinggi yang mampu menopang intensitas jadwal yang sangat padat. “Empat kompetisi itu semua penting. Tidak ada yang bisa dianggap sekunder. Kami butuh kedalaman skuad, bukan sekadar nama-nama besar,” tambahnya.
Sejauh ini, perubahan paling signifikan yang telah diumumkan adalah pergantian pelatih. Igor Tolic resmi menggantikan Bojan Hodak sebagai pelatih kepala, setelah sebelumnya menjabat sebagai asisten. Sementara itu, lima pemain telah dilepas, termasuk beberapa legiun asing, dan empat nama lain masih dalam proses evaluasi.
Meski manajemen tetap bersikap tertutup, kabar beredar bahwa Persib tengah mempertimbangkan dua pemain berkaliber Eropa—salah satunya eks Real Madrid, Jese Rodríguez—yang dikabarkan akan bergabung pada awal Juli. Namun, informasi tersebut belum dikonfirmasi resmi oleh klub, meski sempat disebut oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, dalam sebuah kesempatan publik.
Umuh menegaskan bahwa semua negosiasi masih berlangsung di balik layar. “Kami tidak ingin terjebak dalam spekulasi. Setiap keputusan harus matang, baik dari sisi teknis maupun finansial. Suporter bisa percaya: kami bekerja keras, dan hasilnya akan datang tepat waktu.”
Dengan lini pertahanan dan lini tengah yang perlu diperkuat, serta kebutuhan akan striker tajam, tekanan untuk segera menuntaskan transfer semakin besar. Namun, bagi Umuh, kualitas tetap lebih penting daripada kecepatan. “Kami tidak membeli nama. Kami membangun tim yang bisa bertahan dan menang dalam jangka panjang.”















