Sumbawanews.com,- Pada laga Grup E AFC Champions League Two 2026-2027 di Seoul World Cup Stadium, Rabu, 16 September 2026, Persib Bandung meraih kemenangan 1-0 atas tuan rumah FC Seoul lewat gol cepat Julio Cesar pada menit kelima. Kemenangan ini mengantarkan Persib memimpin klasemen grup dengan tiga poin, sementara FC Seoul terpuruk di dasar klasemen tanpa poin.
Gol tunggal Julio Cesar menjadi penentu hasil pertandingan. FC Seoul berupaya keras mencari gol penyama kedudukan, namun serangan mereka gagal menembus pertahanan kiper Teja Paku Alam hingga peluit panjang berbunyi. Kekalahan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan suporter FC Seoul, yang merasa sulit memahami hasil di kandang sendiri. Salah satu penggemar menulis di media sosial, “Kami tidak sedang dalam perjalanan, kami di rumah, kan? Ini adalah wilayah kami, jadi mengapa kami tidak bisa menyesuaikan diri dengannya. Jujur saja, saya mengharapkan kemenangan yang mudah, tapi ini adalah hasil yang tidak saya pahami.”
Kritik pun mengalir tak hanya pada performa tim, tapi juga pada kebijakan manajemen. Beberapa suporter menuding FC Seoul tidak serius memprioritaskan ACL Two, menyusul pernyataan pelatih Kim Dong-ki yang mengakui bahwa K League tetap menjadi fokus utama. “Kami fokus pada liga. Memprioritaskan itu adalah tujuan utama kami, dan saya belum memutuskan dari pertandingan mana akan menurunkan pemain kunci,” ujar Kim, dikutip dari The Chosun Daily.
Reaksi suporter pun bervariasi. Ada yang tetap mendukung pemain meski kecewa, dengan pernyataan, “Itu adalah permainan yang mengecewakan, tapi mereka berjuang dengan baik dan pemain pasti merasa frustrasi. Jangan kita kritik.” Namun, sebagian lain menyerang performa individu, terutama Cheon Seong-hoon, yang dihujat dengan sebutan “pemain 0-tune.” Ada pula yang menyebut kekalahan ini sebagai “aib nasional,” menilai kehadiran FC Seoul di kompetisi Asia sebagai tanda ketidakseriusan.
Sementara itu, Persib Bandung merayakan kemenangan bersejarah sebagai tim Indonesia pertama yang menang di kandang FC Seoul dalam sejarah kompetisi Asia. Kemenangan ini sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai tim paling berbahaya di Grup E.















