Sumbawanews.com,- Persib Bandung akan menghadapi FC Seoul pada matchday pertama Grup E AFC Champions League Two 2026/2027, Rabu, 16 September 2026, di Seoul World Cup Stadium, Korea Selatan. Pertandingan ini menjadi debut resmi Maung Bandung di kompetisi baru yang menggantikan AFC Cup, sekaligus ujian berat melawan salah satu raksasa sepak bola Korea Selatan yang sedang mendominasi K League 1. FC Seoul, yang kini memimpin klasemen dengan keunggulan 15 poin dari Ulsan HD, akan memainkan sejumlah pemain muda akademi Osan High School akibat jadwal padat, sambil tetap mengandalkan gaya permainan fisik, pressing tinggi, dan transisi cepat yang menjadi ciri khas mereka. Stadion berkapasitas lebih dari 66.000 penonton itu juga menjadi saksi sejarah Piala Dunia 2002 dan markas FC Seoul sejak dua dekade terakhir.
FC Seoul adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Korea Selatan, dengan enam gelar K League 1 yang telah mereka kumpulkan. Pada musim 2026, tim yang dilatih Kim Gi-dong tampil sangat konsisten, bahkan menjadi tim teratas liga domestik dengan selisih poin besar atas pesaing utama. Di level Asia, mereka memiliki rekam jejak mentereng: dua kali mencapai final AFC Champions League, pada 2002 dan 2013, menjadikan mereka salah satu tim paling berpengalaman di kancah kontinental.
Pertandingan ini juga menjadi momen langka bagi Persib, karena akan bermain di salah satu stadion paling ikonik di Asia — Seoul World Cup Stadium — yang dibangun khusus untuk Piala Dunia 2002. Meski FC Seoul diperkirakan akan melakukan rotasi besar, dengan mempercayakan sejumlah talenta muda dari akademi Osan High School, gaya permainan agresif dan transisi cepat mereka tetap tidak bisa diabaikan. Persib harus siap menghadapi tekanan tinggi di lapangan dan atmosfer stadion yang penuh semangat, di mana lebih dari 66.000 suporter kemungkinan besar akan mendukung tuan rumah.
Dengan semua faktor ini, laga pembuka Persib di ACL Two 2026/2027 bukan sekadar pertandingan biasa — ini adalah ujian karakter, adaptasi, dan ambisi tim Indonesia di panggung sepak bola Asia yang semakin kompetitif.















