Home Berita Olah Raga Persebaya Juara, Rachmat Irianto Menangis Ingat Ayahnya

Persebaya Juara, Rachmat Irianto Menangis Ingat Ayahnya

Sumbawanews.com,- Pada Kamis malam, 6 Agustus 2026, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Persebaya Surabaya resmi menjadi juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung 6-5 dalam adu penalti, usai bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Di tengah hingar-bingar perayaan, Rachmat Irianto duduk sendirian di tepi rumput, menatap medali juara yang menggantung di lehernya—dengan gambar almarhum ayahnya, Bejo Sugiantoro, tercetak di dada kaosnya. Air mata mengalir tanpa suara. Ia tak ikut berfoto dengan trofi. Ia hanya berbisik: “Persebaya juara, Yah.”

Kemenangan ini bukan sekadar gelar pramusim. Ini adalah janji yang akhirnya terpenuhi. Irianto, 26 tahun, membawa tim yang pernah dibela mati-matian oleh sang ayah ke puncak kejayaan—gelar pertamanya bersama Bajol Ijo. Dalam laga final, gol Persebaya dicetak oleh Andik Vermansah pada menit ke-37, sementara Persib menyamakan kedudukan lewat gol Rizky Pora pada menit ke-82. Tidak ada pencetak gol tambahan dalam perpanjangan waktu. Di babak adu penalti, tujuh penendang Persebaya sukses, sementara Persib gagal satu kali—memastikan kemenangan 6-5.

Piala Presiden 2026 menjadi turnamen paling ditonton dalam sejarah sepak bola Indonesia. Rating televisi mencapai 8,9 persen, setara dengan 25,8 juta penonton, dan share tertinggi 45,3 persen—melebihi rekor sebelumnya di Piala Presiden 2025 yang hanya 6,1 persen. Angka ini bahkan melampaui siaran Liga 1, dan hanya kalah dari pertandingan Timnas Indonesia. Harsiwi Achmad, Direktur Emtek Media, menyebut pencapaian ini sebagai yang tertinggi dalam sejarah kompetisi klub di Tanah Air.

Hadiah juara pun mencetak sejarah: Rp8 miliar, rekor tertinggi untuk turnamen sepak bola di Asia Tenggara. Jumlah ini lebih besar dari hadiah Piala AFF 2025 yang hanya Rp5,2 miliar. Hanya ASEAN Club Championship 2027 yang berpotensi mengalahkannya dengan hadiah US$500 ribu (sekitar Rp8,9 miliar), sementara FIFA ASEAN Cup 2026 menjanjikan Rp18 miliar bagi sang juara.

Persebaya menjadi juara baru dalam sejarah Piala Presiden. Sejak edisi pertama 2015, gelar selalu direbut Persib, Arema, Persija, atau Port FC. Tahun ini, tim asuhan Bernardo Tavares tampil tak terkalahkan sejak fase grup, dengan rotasi pemain yang tetap mempertahankan kualitas. Arlyansyah Abdulmanan dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik setelah mencatatkan tiga gol sepanjang turnamen.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai Piala Presiden 2026 sebagai cerminan kuat kompetitivitas Liga 1 2026/2027. “Persebaya, Persib, Persija—tiga besar ini sudah menunjukkan dinamika yang akan menghiasi liga,” ujarnya. Bagi Persebaya, “kutukan” juara pramusim yang tak pernah menjuarai liga bukan mitos—tapi tantangan yang siap dihadapi.

Dengan rekor rating, hadiah, dan emosi yang mengguncang hati, Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen penutup. Ia menjadi legenda—sebelum digantikan oleh ajang Timnas mulai 2027. Dan di tengah gemuruh kemenangan, satu pemain tetap duduk sendiri, mengenang ayahnya—dengan medali di leher, dan janji di hati.

Previous articleSingapura vs Indonesia: The Lions Berjuang 120 Persen untuk Semifinal
Next articlePersebaya Juara Piala Presiden 2026, Rivera Bawa Trofi untuk Bonek-Bonita