Sumbawanews.com,- Eropa menghadapi kekurangan sekitar 510 ribu barel bahan bakar pesawat per hari pada triwulan IV 2026 akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah, seiring konflik Iran yang memangkas separuh impor bahan bakar penerbangan benua itu. Proyeksi ini diungkap konsultan energi Energy Aspects, yang menilai kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan akan berlanjut hingga Desember jika pola perdagangan saat ini tidak berubah. Sementara itu, Asia-Pasifik justru surplus 419 ribu barel per hari, dan Amerika Serikat kelebihan 18 ribu barel per hari, mendorong pergeseran arus perdagangan global. Bahan bakar pesawat kini mengalir dari jarak jauh—Korea Selatan, Nigeria, Amerika Serikat, dan Kanada—menuju terminal penyimpanan di Eropa, dengan impor dari Korea Selatan mencapai 129 ribu barel per hari pada September, tertinggi sejak Oktober 2022. Peningkatan produksi kilang di Korea Selatan, yang mencapai 13,89 juta barel pada Juli, serta lonjakan pengolahan minyak mentah sebesar 16 persen, menjadi kunci penyangga pasokan yang semakin kritis di Eropa.















