Sumbawanews.com,- Kobbie Mainoo pulang dari Piala Dunia 2026 tanpa menit bermain, mirip dengan pengalaman pahit Michael Carrick di Piala Dunia 2010. Kini, sebagai pelatih kepala Manchester United, Carrick menjadi sosok kunci dalam memulihkan mental gelandang muda itu pasca turnamen.
Mainoo, 21 tahun, tidak pernah turun di delapan pertandingan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, bahkan sempat absen di laga terakhir akibat cedera ringan punggung. Situasi ini mengingatkan pada kisah Carrick pada 2010, ketika ia masuk dalam skuad Inggris di Afrika Selatan tetapi tidak mendapat kesempatan bermain sama sekali. Saat itu, Carrick mengaku mengalami tekanan psikologis berat, bahkan meminta Federasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak lagi memanggilnya ke tim nasional karena merasa terlalu menyiksa berada jauh dari rumah tanpa kesempatan tampil.
Kedekatan historis antara Carrick dan Mainoo memperkuat peran sang pelatih. Carrick telah mengenal Mainoo sejak usia 13–14 tahun saat mengikuti perkembangannya di akademi MU, dan pernah sukses menghidupkan kembali performa pemain ini saat menangani MU secara interim pada paruh kedua musim lalu. Carrick sendiri pernah menyatakan bahwa ia sangat menikmati bekerja dengan Mainoo, mengapresiasi cara sang pemain mengekspresikan diri di lapangan meski cenderung pendiam.
Selama turnamen, Mainoo terlihat murung dan sering meninggalkan stadion lebih awal, yang dianggap sebagian pengamat sebagai refleksi kepribadiannya yang tertutup. Kembalinya Mainoo ke lingkungan klub diyakini akan membantu memulihkan kepercayaan dirinya. Ia diperkirakan akan bergabung kembali dengan tim setelah tur pramusim MU, termasuk laga uji coba melawan Paris Saint-Germain di Gothenburg dan pemusatan latihan di Carton House, Irlandia.















