Sumbawanews.com,- Polisi mengungkap kasus penculikan terhadap lansia berusia 70 tahun di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, yang ternyata direncanakan dengan cara tak terduga: pelaku mengajak seorang satpam gym yang ia kenal sebagai rekan untuk membantu aksinya.
Tersangka utama, CW (31), seorang trader wiraswasta, diketahui memiliki dendam pribadi terhadap korban. Motifnya bermula dari hubungan asmara yang tak direstui antara dirinya dan anak korban, CKH. Korban, yang merupakan orang tua dari CKH, menolak hubungan tersebut lantaran CW telah beristri dan memiliki anak. Dalam upaya memaksa pertemuan langsung, CW merancang rencana penculikan—bukan untuk kejahatan finansial, tetapi demi memaksa korban mengakui hubungan itu.
Untuk menjalankan rencananya, CW memanfaatkan hubungan sosialnya di sebuah tempat fitnes. Di sana, ia berkenalan dengan FAP (26), seorang petugas keamanan yang menjadi sasaran ajakan untuk ikut serta. CW menjanjikan imbalan besar: pekerjaan tetap dan mobil baru, jika FAP bersedia membantunya membawa korban pergi.
Pada hari kejadian, keduanya mendekati korban di sekitar PIK, lalu berusaha membujuknya naik ke mobil. Namun, aksi mereka gagal karena korban sempat berteriak dan menarik perhatian warga sekitar. Polisi yang cepat merespons berhasil mengamankan lokasi dan menangkap kedua pelaku dalam waktu singkat.
Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agta Bhuwana Putra, mengonfirmasi bahwa CW bertindak sebagai otak pelaku, sementara FAP dianggap sebagai pelaku yang terlibat atas iming-iming materi. Keduanya kini ditahan dan dijerat Pasal 17 dan 18 KUHP juncto Pasal 450 serta Pasal 471 KUHP, terkait penculikan dan ancaman kekerasan.
Kasus ini mengungkap betapa rapuhnya kepercayaan sosial di ruang publik—seorang satpam yang seharusnya menjadi penjaga keamanan, justru menjadi alat kejahatan karena janji palsu. Di balik aksi keji ini, tersimpan luka pribadi yang berubah menjadi kekerasan, mengingatkan kita bahwa dendam asmara, jika tak dikelola, bisa berubah menjadi bencana bagi orang lain.
Kedua tersangka kini menjalani proses hukum, sementara korban dalam keadaan sehat dan diamankan oleh keluarga. Polisi terus menggali motif mendalam di balik perencanaan yang terkesan aneh namun sangat personal ini.

















