Sumbawanews.com,- Pemain asal Thailand, Safwan Awae, tewas tersambar petir saat bertanding dalam semifinal Golok FA Cup 2026 di Stadion Santiphap (Baboo), Distrik Suai Ko-lok, Provinsi Narathiwat, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Insiden memilukan itu terjadi ketika hujan lebat disertai petir mengguncang stadion, dan sambaran petir menghantam area tengah lapangan tempat Awae berdiri. Selain ia yang meninggal dunia, delapan orang lainnya mengalami luka-luka akibat sambaran petir yang sama. Pertandingan antara Yala FC dan lawannya masih berlangsung meski cuaca ekstrem, hingga kejadian tak terduga itu menghentikan segalanya.
Safwan Awae, yang lahir pada 6 April 2002, baru saja bergabung dengan Yala FC sebelum turnamen ini. Sebelumnya, ia bermain untuk Pattani FC, di mana ia mencatatkan empat gol dari enam penampilan sebagai winger kanan dan gelandang tengah. Ia menjadi bagian penting dalam perjalanan Yala FC hingga ke semifinal Golok FA Cup—turnamen regional yang mempertemukan klub-klub dari Thailand selatan dan beberapa tim undangan dari Malaysia. Kematian Awae terjadi di momen puncak karier sepak bolanya, saat ia baru saja menunjukkan potensi besar di kasta ketiga Liga Thailand.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan sambaran petir yang menggelegar langsung menghantam tanah di dekatnya, membuat Awae terjatuh tak bergerak. Tim medis segera datang, namun upaya penyelamatan gagal. Delapan korban lain yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kematian Awae langsung memicu duka mendalam di kalangan penggemar sepak bola Thailand dan internasional, terutama karena ia baru saja direkrut dan belum sempat menunjukkan seluruh potensinya di level tim utama.
Golok FA Cup, yang biasanya menjadi ajang persaingan sengit antar klub lokal, kini menjadi saksi tragedi paling kelam dalam sejarah turnamen tersebut. Tidak ada catatan bahwa pertandingan sempat dihentikan sebelum insiden, meski hujan deras dan kondisi lapangan basah sudah jelas mengancam keselamatan pemain dan penonton. Kini, seluruh pihak terkait di Thailand sedang meninjau protokol keselamatan di lapangan saat cuaca buruk, sementara komunitas sepak bola berduka atas kepergian seorang pemain muda yang penuh semangat.















