Sumbawanews.com,- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan resmi memulai serangkaian bimbingan teknis (bimtek) bagi ribuan kadernya yang menjabat di DPRD seluruh Indonesia. Kegiatan yang digelar secara bertahap berdasarkan wilayah ini bertujuan memperkuat soliditas, koordinasi, dan komitmen para wakil rakyat tingkat daerah dalam menjalankan misi perjuangan ideologis partai: memperjuangkan kepentingan rakyat kecil atau kaum Marhaen.
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat membuka gelombang pertama bimtek di Jakarta pada Sabtu (30/5), dihadiri para anggota DPRD dari Jabodetabek, Jawa Barat, dan Kalimantan. Djarot menekankan bahwa bimtek bukan sekadar pelatihan teknis, tapi upaya membangun ikatan emosional dan ideologis antar kader—terutama antara ketua, sekretaris, dan bendahara DPC dan DPD. “Ini tentang membangun _bonding_, kerja sama yang tak tergoyahkan, dan kesadaran bahwa kita bukan hanya duduk di kursi legislatif, tapi menjadi suara bagi yang tak bersuara,” ujarnya.
Bimtek akan berlanjut ke lima wilayah lain: Bali untuk Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Bali; Medan untuk Sumatera; serta Jayapura untuk Papua dan Sulawesi. Setiap gelombang dirancang agar sesuai dengan konteks lokal, sekaligus memperkuat kesatuan visi nasional.
Dalam kesempatan itu, PDIP juga memperkenalkan kembali lagu partai “Bung Karno Bapak Marhaenisme” sebagai bagian tak terpisahkan dari protokol kepartaian. Lagu yang menggema di ruang pertemuan itu bukan sekadar simbol, tapi pengingat hidup: “Setiap suara yang kita sampaikan di gedung DPRD, harus berasal dari hati yang memihak pada petani, nelayan, buruh, dan pedagang kecil—mereka yang menjadi fondasi perjuangan Bung Karno,” tegas Djarot.
Lagu ini akan dinyanyikan secara wajib di setiap acara resmi partai, bersama mars dan himne PDIP, sebagai bentuk peneguhan identitas ideologis. Langkah ini sengaja dilakukan menjelang Bulan Bung Karno pada Juni, sekaligus menyambut peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni yang akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Dengan pendekatan sistematis dan berjenjang, PDIP menunjukkan bahwa kekuatan politiknya bukan hanya terletak pada elektoral atau kekuasaan, tapi pada konsistensi ideologis yang dijalankan dari tingkat desa hingga ibu kota. Bagi partai yang berakar pada semangat nasionalisme dan sosialisme demokratik, kader DPRD bukan sekadar anggota legislatif—mereka adalah ujung tombak perjuangan kaum Marhaen di akar rumput.















