Home Berita Olah Raga PBSI Tarik 16 Atlet dari China Masters 2026 demi Fokus Asian Games

PBSI Tarik 16 Atlet dari China Masters 2026 demi Fokus Asian Games

Sumbawanews.com,- Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menarik mundur 16 atlet dari turnamen China Masters 2026 yang berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, dari 1 hingga 6 September 2026. Keputusan ini diambil sebagai strategi strategis untuk mematangkan persiapan atlet menjelang Asian Games 2026, di mana bulu tangkis akan dipertandingkan mulai 20 September. Atlet yang ditarik meliputi Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani di sektor tunggal, serta tiga pasangan ganda putra dan putri: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Selain itu, empat pasangan ganda campuran juga tidak ikut bertanding, yaitu Febriana Dwipuji/Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva, dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa penarikan ini tidak berarti atlet yang ditarik keluar dari rencana Asian Games. “Mereka masuk dalam long list Asian Games, sehingga kami perlu mengatur program masing-masing agar persiapannya bisa lebih optimal,” ujarnya dalam pernyataan resmi pada Senin, 31 Agustus 2026. Eng Hian menekankan bahwa keputusan siapa yang tetap bertanding dan siapa yang ditarik didasarkan pada kebutuhan individu, termasuk pertimbangan pemulihan, peningkatan peringkat dunia BWF, dan kesiapan fisik-taktis menjelang ajang multi-event terbesar Asia.

Ia juga menegaskan bahwa partisipasi atau ketidakhadiran di China Masters 2026 tidak menjamin atau menghapuskan peluang seorang atlet untuk masuk tim inti Asian Games 2026. “Pemain yang bertanding dan ditarik dari China Masters bukan berarti sudah pasti masuk tim Asian Games,” tegasnya. China Masters sendiri menjadi salah satu turnamen terakhir sebelum Asian Games, menjadi batu uji akhir bagi atlet yang masih dalam proses evaluasi.

PBSI tetap mengirim sejumlah atlet lain yang dianggap membutuhkan jam terbang atau poin peringkat dunia, dengan kebijakan yang disesuaikan secara personal. Dengan demikian, fokus utama timnas tetap pada puncak prestasi di Asian Games 2026, bukan pada hasil di turnamen level 750 BWF ini.

Previous articleKedubes Jepang Bawa Teater King Lear Tadashi Suzuki ke Jakarta
Next articleEmiliano Martinez Debut, Chelsea Menang 4-3 tapi Pertahanan Masih Jadi Tanda Tanya