Sumbawanews.com,- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA, menyebabkan sejumlah rumah sakit mengalami kerusakan dan memaksa pasien dirawat di tenda darurat di luar gedung. Pusat gempa berada di kedalaman 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan guncangan kuat terasa hingga Labuan Bajo, Ruteng, dan Maumere. Di RSUD Komodo, sebagian bangunan rusak sehingga pasien dievakuasi ke halaman rumah sakit untuk mendapat perawatan di bawah tenda darurat. Kondisi serupa terjadi di Puskesmas Watubaing dan Puskesmas Riung, di mana petugas medis dan pasien harus melayani pengobatan di luar gedung akibat kerusakan struktural. Hingga pukul 12.30 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 14 orang meninggal dunia, dua luka berat, dan 11 luka ringan. Di Pelabuhan Laurensius Say, Maumere, tim SAR gabungan mengevakuasi tiga korban dari reruntuhan bangunan: satu meninggal, dua lainnya cedera dan dibawa ke RSUD TC Hillers. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan, mendorong warga di sejumlah desa meninggalkan rumah untuk mencari tempat aman. Evakuasi dan pendataan korban terus dilakukan di wilayah terdampak.
Pasien Dirawat di Tenda Darurat Usai Gempa M 7,7 di Flores
Baca Juga:















