Home Serba Serbi Tekno Oranye Mekar di Pegunungan Sulawesi

Oranye Mekar di Pegunungan Sulawesi

Sumbawanews.com,- Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama tim lintas institusi mengidentifikasi spesies baru tanaman hias dari genus Rhododendron, yang menghadirkan kejutan visual di jantung hutan pegunungan Sulawesi Tengah. Bunga berwarna jingga cerah itu, yang kini dinamai *Rhododendron yombuwurii*, ditemukan tumbuh sebagai tanaman epifit di kawasan Pegunungan Tokorondo, pada ketinggian 1.000–1.800 meter di atas permukaan laut.

Spesies ini pertama kali dikenali bukan di hutan aslinya, melainkan sebagai tanaman yang dipelihara warga sekitar Air Terjun Saluopa, Tenten, setelah ditemukan jatuh dari kanopi hutan. Penelusuran lebih dalam mengungkap bahwa tanaman ini berasal dari area yang masih minim dieksplorasi ilmiah—hutan pegunungan yang terpencil dan sulit dijangkau, namun menyimpan kekayaan biologis yang belum terungkap.

Dipublikasikan dalam jurnal internasional *Taiwania* edisi Juni 2026, temuan ini bukan sekadar penambahan daftar spesies. *R. yombuwurii* memiliki ciri khas yang membedakannya dari kerabat terdekatnya, *Rhododendron celebicum*: ukuran daun yang lebih kecil, bunga berbentuk corong sempit dengan warna jingga terang, dan posisi tumbuh yang semi-tegak atau horizontal, bukan menggantung seperti kebanyakan anggota subgenus Vireya.

Untuk memastikan validitas taksonominya, tim tidak hanya mengandalkan observasi morfologis. Mereka memanfaatkan teknologi canggih—menggunakan FIB-SEM (Focused Ion Beam Scanning Electron Microscope) di laboratorium genomik BRIN Cibinong untuk menganalisis struktur mikroskopis sisik daun, sekaligus melakukan pengurutan DNA pada wilayah ITS (Internal Transcribed Spacer) untuk membangun pohon filogenetik yang menunjukkan garis keturunan terpisah.

“Ini bukan hanya soal warna bunga yang menarik. Ini tentang keunikan evolusioner yang tersembunyi di balik hutan yang masih misterius,” ujar Prima Wahyu Kusuma Hutabarat, peneliti utama dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN.

Nama *yombuwurii* dipilih sebagai penghormatan mendalam kepada almarhum Pendeta Yombu Wuri, tokoh adat dan agama dari Suku Pamona yang dikenal gigih memperjuangkan pelestarian alam di wilayah Poso. Nama ini menjadi simbol bahwa ilmu pengetahuan dan kearifan lokal tidak bisa dipisahkan dalam upaya konservasi.

Berdasarkan kriteria IUCN, spesies ini saat ini diklasifikasikan sebagai “Data Deficient”—artinya, populasi aslinya belum pernah diamati secara langsung di habitat alaminya. Kondisi ini menandakan urgensi untuk segera melakukan survei lapangan sistematis, sebelum potensi ancaman seperti perambahan hutan atau eksploitasi tanaman hias merenggutnya sebelum sempat tercatat.

Temuan ini menjadi bukti nyata bahwa Sulawesi, dengan keanekaragaman hayati yang masih sangat kaya, tetap menjadi gudang spesies baru yang menanti untuk ditemukan. BRIN menegaskan komitmennya untuk terus menggali, mendokumentasikan, dan melindungi flora endemik Indonesia—bukan hanya sebagai aset ilmiah, tetapi sebagai warisan hidup yang menentukan masa depan ekosistem Nusantara.

Previous articleLalu Lintas Monas Dialihkan untuk Haul Akbar Ulama Betawi
Next articleHaul Akbar Betawi di Monas, Dishub Siapkan Parkir dan Transportasi Umum
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.