Sumbawanews.com,- Eks kiper Timnas Indonesia Muhammad Ridho Djazulie resmi kembali ke Borneo FC pada Senin, 20 Juli 2026, setelah hampir tujuh tahun meninggalkan klub yang membesarkan namanya. Di usia 35 tahun, pemain asal Pekalongan itu harus bersaing ketat dengan tiga penjaga gawang lain—Nadeo Argawinata, Rakasurya Handika, dan Muhamad Darmawan—untuk merebut posisi utama di bawah mistar Pesut Etam. Kembalinya Ridho disambut hangat oleh suporter, mengingat perannya sebagai andalan klub pada masa kejayaannya, namun performa konsisten Nadeo yang baru saja diperpanjang kontraknya hingga 2029 menjadi tantangan terberat baginya.
Ridho pernah memperkuat Borneo FC sebelum hijrah ke Barito Putera pada dua musim lalu, dan sempat membela Timnas Indonesia senior dengan tiga penampilan, termasuk debutnya pada laga uji coba melawan Hong Kong pada 16 Oktober 2018. Meski tak lagi muda, pengalaman dan kedekatannya dengan atmosfer Samarinda dianggap sebagai modal psikologis yang bisa menjadi kunci untuk kembali bersinar. Manajemen Borneo FC belum mengumumkan peran spesifik Ridho, tetapi kemungkinan besar ia akan berada di posisi cadangan sekaligus mentor bagi para kiper muda.
Persaingan di lini pertahanan Borneo FC kini semakin ketat, terutama setelah kedatangan Rakasurya dari Bhayangkara FC dan Darmawan, mantan kiper Timnas U-23. Sementara itu, Nadeo Argawinata tetap menjadi pilihan utama setelah tampil impresif sepanjang musim Super League 2025/2026 dan menjadi tulang punggung keberhasilan tim finis sebagai runner-up. Dengan demikian, perjalanan Ridho di musim ini bukan sekadar soal mengejar menit bermain, tapi membuktikan bahwa pengalaman tetap punya tempat di era sepak bola yang semakin muda dan dinamis.















