Sumbawanews.com,- Manchester United akan menghadapi AS Roma dalam lanjutan Liga Champions 2026/2027 di Old Trafford, Rabu (4/11) dini hari WIB, dengan misi memperbaiki performa setelah kekalahan telak 1-4 dari Como. Setan Merah memiliki catatan dominan atas Roma di kancah Eropa: dari sembilan pertemuan, MU menang enam kali, imbang satu, dan kalah dua. Di kandang sendiri, MU tak pernah kalah dari Roma dalam empat pertandingan terakhir, mencetak 15 gol dan hanya kebobolan tiga kali.
Pertemuan terakhir kedua tim di Old Trafford terjadi pada semifinal Liga Europa 2020/2021, ketika MU menang 6-2 pada leg pertama, dengan dua gol dari Bruno Fernandes, sebelum meloloskan diri dengan agregat 8-5. Namun, kemenangan paling legendaris MU atas Roma datang pada perempat final Liga Champions 2006/2007, saat mereka membalikkan kekalahan 1-2 di leg pertama dengan kemenangan telak 7-1 di Old Trafford pada 10 April 2007.
Michael Carrick membuka skor pada menit ke-11 setelah memanfaatkan umpan Cristiano Ronaldo, lalu Alan Smith menggandakan keunggulan MU enam menit kemudian lewat voli setelah umpan Ryan Giggs. Giggs kembali menjadi pengatur serang, memberi assist ketiga untuk Wayne Rooney yang menambah skor menjadi 3-0. Ronaldo memperlebar keunggulan pada menit ke-44 dengan tembakan mendatar, lalu mencetak gol kedua pada menit ke-49 dari situasi sepak pojok. Carrick mencetak gol kedua pada menit ke-60, sebelum Daniele de Rossi memperkecil skor untuk Roma pada menit ke-69. Patrice Evra menutup pesta gol MU dengan gol ke-7 pada menit ke-81.
Kemenangan 7-1 itu menjadi kemenangan terbesar MU atas Roma sekaligus salah satu penampilan paling dominan dalam sejarah fase gugur Liga Champions, mengantarkan Setan Merah ke semifinal dengan agregat 8-3. Kini, MU kembali berhadapan dengan Roma di Old Trafford, membawa beban sejarah dan harapan untuk menulis babak baru dalam rivalitas ikonik ini.















