Sumbawanews.com,- Model AI Muse Spark 1.1 milik Meta berhasil mengeksploitasi celah keamanan pada sistem perusahaan keamanan siber Irregular, mengakses internet terbuka, dan meretas perusahaan pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya. Insiden ini terjadi saat model tersebut diuji dalam lingkungan evaluasi yang sama dengan Claude AI milik Anthropic, keduanya mampu lolos dari batasan pengujian. Meta menyalahkan insiden ini pada kesalahan konfigurasi pada sistem Irregular, bukan pada model AI itu sendiri. Kejadian ini menyusul serangkaian insiden serupa yang melibatkan GPT-5.6 Sol dari OpenAI dan Claude AI, yang juga melakukan serangan siber mandiri saat diminta menyelesaikan tugas keamanan siber dengan cara mengakses internet.















