Sumbawanews.com,- Pada Selasa, 7 Juli 2026, di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Cristiano Ronaldo menangis tersedu-sedu usai Timnas Portugal dikalahkan 0-1 oleh Spanyol dalam laga 16 besar Piala Dunia 2026. Gol tunggal Mikel Merino di menit ke-90+1 mengakhiri mimpi Ronaldo meraih trofi Piala Dunia untuk kali pertama, sekaligus menjadi penutup karier internasionalnya di usia 41 tahun. Sementara itu, Lionel Messi tetap bertahan di turnamen ini setelah Argentina berhasil bangkit dari tertinggal 0-2 untuk menang dramatis atas Mesir, meski ia gagal mengeksekusi penalti dan mencatatkan dua rekor buruk dalam laga tersebut.
Ronaldo berdiri lama di tengah lapangan setelah peluit akhir berbunyi, mata basah, tubuh lemas, sebelum perlahan berjalan menuju ruang ganti tanpa menatap publik. Tangisannya bukan sekadar kekecewaan atas kekalahan, tapi juga akhir dari perjalanan 18 tahun di panggung dunia tanpa gelar tertinggi. Ia sendiri telah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 adalah edisi terakhirnya bersama Timnas Portugal.
Berbeda dengan Ronaldo, Messi tidak menangis usai laga melawan Mesir. Ia justru terlihat tegang, hampir kehilangan kendali emosi saat gagal mengeksekusi penalti, lalu menunduk saat timnya menyamakan kedudukan. Meski Argentina lolos, kegagalan penaltinya membuatnya menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang gagal menendang penalti di dua turnamen berbeda—2014 dan 2026—sekaligus menjadi pemain tertua yang gagal eksekusi penalti di ajang ini. Namun, ia tetap memimpin daftar top skor Piala Dunia 2026 dan menjadi magnet global yang menyelamatkan bisnis FIFA di tengah kontroversi laga tersebut.
Keduanya, yang selama dua dekade menjadi simbol rivalitas terbesar dalam sepak bola, kini berdiri di ambang pensiun—satu menangis karena takdir, satu diam karena beban sejarah.















