Sumbawanews.com,- Seattle, 27 Juni 2026
Timnas Mesir mencatatkan sejarah baru dengan berhasil melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaannya di turnamen ini. Namun, euforia kemenangan tercoreng oleh kabar cedera pada pemain inti, terutama Mohamed Salah, yang kini menjadi tanda tanya besar menjelang laga penentuan melawan Australia.
Dalam laga penentuan Grup G di Lumen Field, Seattle, Sabtu (27/6/2026) malam waktu setempat, Mesir bermain imbang 1-1 melawan Iran. Hasil itu cukup bagi tim asuhan Hossam Hassan untuk finis di posisi kedua grup, unggul selisih gol atas Belgia, dan berhak menghadapi Australia di fase gugur. Gol Mesir diciptakan oleh Ramadan Sobhi pada menit ke-7, sementara Iran menyamakan skor lewat tendangan bebas Mehdi Taremi di menit ke-14.
Pertandingan berjalan tegang hingga akhir, dengan kiper Mostafa Shobeir menyelamatkan timnya dari kekalahan setelah menggagalkan penalti Iran di menit ke-32. Kekhawatiran sempat memuncak ketika Iran mencetak gol di injury time, tetapi wasit membatalkannya setelah VAR memutuskan pemain Iran berada dalam posisi offside — keputusan yang memicu perdebatan sengit di kalangan fans dan analis.
Namun, di tengah kegembiraan atas keberhasilan lolos ke babak gugur, pelatih Hossam Hassan harus menghadapi masalah lain: cedera serius pada sejumlah pemain kunci. Mohamed Salah, kapten dan pencetak gol terbanyak timnas Mesir sepanjang kualifikasi, ditarik keluar pada menit ke-68 setelah mengalami ketegangan otot paha kanan. Hasil pemeriksaan medis awal menyebutkan ia kemungkinan besar tidak akan bisa tampil dalam laga melawan Australia, yang akan digelar di Las Vegas pada 1 Juli mendatang.
Selain Salah, dua pemain tengah, Tarek Hamed dan Ali Gabr, juga diduga mengalami gegar otak dan cedera otot, masing-masing setelah benturan keras selama laga. Tim medis Mesir masih melakukan evaluasi lebih lanjut, tetapi kemungkinan besar mereka akan kehilangan setidaknya tiga pemain inti dalam pertandingan penentu fase gugur.
“Ini adalah momen paling bersejarah dalam sepak bola Mesir modern, tapi sekarang kami harus berjuang melawan cedera sebelum menghadapi tantangan nyata,” ujar pelatih Hossam Hassan dalam konferensi pers pasca-laga. “Mohamed adalah jantung tim. Kami berdoa agar ia bisa pulih secepatnya, tapi kami juga harus siap dengan rencana cadangan.”
Tanpa Salah, Mesir akan kehilangan ancaman utama di sayap kanan dan kemampuan mengubah permainan dalam situasi krusial. Dalam tiga pertandingan babak grup, Salah mencetak dua gol dan memberikan satu assist, serta menjadi magnet perhatian pertahanan lawan — sesuatu yang sulit digantikan oleh pemain lain dalam tim ini.
Australia, yang lolos sebagai juara Grup H setelah mengalahkan Denmark 2-0, dikenal sebagai tim yang disiplin, fisik kuat, dan efisien dalam serangan balik. Mereka belum pernah kalah dari Mesir dalam empat pertemuan terakhir, termasuk di Piala Dunia 2006 dan 2010.
Kabar cedera Salah memicu kekhawatiran di kalangan fans Mesir, yang sejak lama menantikan kebangkitan timnas mereka di panggung dunia. Ribuan suporter sudah membanjiri media sosial dengan pesan doa dan dukungan, sementara jurnalis lokal mulai membahas kemungkinan kenaikan peran pemain muda seperti Ahmed Hegazi atau Mohamed El Shenawy sebagai pemimpin lapangan.
Jika Salah benar-benar absen, ini akan menjadi ujian terberat bagi tim Mesir sejak mereka terakhir kali mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 1990 — dan mungkin menjadi penentu apakah sejarah yang mereka ciptakan kali ini akan berlanjut, atau berhenti di ambang pintu kejayaan.
Laga Mesir vs Australia akan digelar di Allegiant Stadium, Las Vegas, pada 1 Juli 2026, pukul 04.00 WIB.















