Sumbawanews.com,- Gabriel Martinelli menyulap detik-detik terakhir laga menjadi sejarah. Di menit ke-95, penyerang Brasil itu melepaskan tembakan mematikan yang menghujam gawang Jepang, memastikan kemenangan 2-1 bagi Timnas Brasil dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston, Selasa (30/6/2026). Gol itu bukan sekadar penghantar ke babak 16 besar—ia mengukir rekor baru sebagai gol kemenangan paling terlambat dalam waktu normal fase gugur Piala Dunia.
Sebelumnya, Brasil tertinggal 0-1 setelah Kaishu Sano membobol gawang mereka pada menit ke-29. Tertekan, pelatih Carlo Ancelotti mengganti sejumlah pemain di babak kedua. Upaya itu membuahkan hasil ketika Casemiro menyamakan kedudukan lewat sundulan kepala menjelang menit ke-60. Namun, hingga injury time, skor tetap imbang 1-1, dan Jepang tampak siap mempertahankan hasil itu hingga peluit akhir.
Ketika semua mengira laga akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Martinelli—yang masuk sebagai pemain pengganti—muncul sebagai sang penentu. Dari umpan silang di sisi kanan, ia melesat cepat, menghindari dua lawan, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur tepat ke pojok gawang. Wasit menunjuk titik putih: gol. Stadion hening, lalu meledak.
Gol di menit ke-95 itu memecahkan rekor yang selama dua dekade dipegang Francesco Totti. Pada Piala Dunia 2006, legenda Italia itu mencetak gol penalti kemenangan atas Australia pada menit 94:26. Kini, Martinelli menggeser namanya ke puncak sejarah—dengan selisih 34 detik lebih lambat.
Kemenangan ini mengamankan Brasil melaju ke babak 16 besar, sekaligus memperkuat citra mereka sebagai tim yang tak pernah kehilangan nyali di momen paling kritis. Bagi Martinelli, yang kini berusia 25 tahun dan membela Arsenal, ini adalah malam yang mengukuhkannya bukan sekadar pemain cadangan, tapi pahlawan di saat-saat paling genting.















