Sumbawanews.com,- Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers mendapat kritik tajam dari mantan pelatih SC Heerenveen, Gertjan Verbeek, menyusul transfer resminya dari FC Twente ke Heerenveen pada 31 Agustus 2026. Verbeek menyatakan Hilgers tidak dapat diandalkan, menilai sikap dan komunikasinya selama bersama FC Twente musim lalu sebagai faktor utama kekhawatiran. Ia bahkan mempertanyakan keputusan klub merekrut pemain berusia 25 tahun itu, menyebutnya tidak sesuai dengan nilai-nilai inti Heerenveen.
Verbeek, yang menangani Heerenveen dari 2004 hingga 2008, menyoroti ketidakhadiran Hilgers dalam skuad pada musim sebelumnya sebagai bukti ketidakkonsistenan. Ia membandingkan situasi Hilgers dengan mantan striker Heerenveen Afonso Alves, yang dikenal karena performa tidak stabil. Verbeek menegaskan bahwa jika ia masih menjabat sebagai pelatih, ia tidak akan mempertimbangkan perekrutan Hilgers sama sekali. Ia juga menekankan bahwa penilaian terhadap pemain tidak boleh didasarkan pada asumsi semata, meski ia tetap mempertahankan pandangannya bahwa Hilgers adalah pemain yang sangat tidak dapat diandalkan.
Selain itu, Verbeek memprediksi Hilgers tidak akan mendapat perlakuan istimewa di Heerenveen. Menurutnya, bek berdarah Manado itu harus membuktikan kemampuannya seperti pemain baru lainnya, tanpa jaminan tempat utama hanya karena status barunya. “Jika Anda mendapat kesempatan di awal musim dan tidak menunjukkan performa baik, maka itu hanyalah permainan,” tegas Verbeek.
Hilgers sendiri menandatangani kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim, setelah pindah dengan nilai transfer sekitar 500 ribu euro atau sekitar Rp10 miliar. Transfer ini dianggapnya sebagai kesempatan untuk melanjutkan karier di lapangan, meski mendapat tantangan besar dari kritik mantan pelatih klub barunya.















