Sumbawanews.com,- Lembaga Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) melaporkan bahwa mayoritas masyarakat tidak yakin Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) akan berkembang di masa depan. Survei yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026 menunjukkan hanya 25 persen responden yang percaya program ini akan maju, turun drastis dari 43,3 persen pada November 2025. Sebaliknya, 61,1 persen responden menyatakan kurang atau tidak yakin terhadap masa depan Kopdes MP, naik dari 43,5 persen pada periode awal survei. Meski tingkat kesadaran masyarakat terhadap program ini meningkat signifikan menjadi 76,9 persen dari sebelumnya 51,5 persen, peningkatan popularitas tidak diikuti oleh peningkatan kepercayaan.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menilai tren ini menunjukkan pergeseran persepsi yang signifikan. “Yang tadinya yakin, sekarang terbalik,” katanya pada 28 Juli 2026. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berusaha menjelaskan bahwa Kopdes MP bukan sekadar pasar swalayan, melainkan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan dan menyerap hasil pertanian desa. Ia menegaskan, koperasi ini berperan sebagai *offtaker* yang bisa membeli gabah atau jagung jika harganya di bawah standar pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menetapkan kebijakan bahwa semua barang subsidi nasional harus disalurkan melalui Kopdes MP, demi memastikan penerimaan tepat sasaran. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato Puncak Hari Koperasi Nasional ke-79 pada 12 Juli 2026. Namun, hingga kini, aturan operasionalnya masih dalam proses penyusunan melalui peraturan presiden, seperti diakui Zulhas pada 20 Juli 2026.















