Sumbawanews.com,- Pada Senin, 5 Oktober 2026 malam WIB, Manuel Bihr mencetak satu dari dua gol Thailand dalam adu penalti melawan Timnas Indonesia di final FIFA ASEAN Cup 2026, namun timnya kalah 2-4. Bek berpostur 184 cm itu bermain full 90 menit, namun kekalahan itu menjadi awal kegagalan beruntun.
Dua hari berselang, pada Kamis, 8 Oktober 2026, Bihr kembali menghadapi tim Indonesia—kali ini dalam laga ASEAN Club Championship 2026-2027 antara Port FC dan Persib Bandung. Port FC unggul 1-0 lewat penalti Soonsup-Bell di menit 66, tetapi Persib menyamakan skor lewat Mariano Peralta (86’), lalu unggul 3-1 lewat gol Berguinho (90+1’) dan Luka Menalo (90+6’). Bihr bermain sepanjang laga sebagai bek andalan, tapi Port FC kembali tumbang.
Kegagalan beruntun itu menyisakan catatan kelam: Bihr, yang sama-sama membela Thailand di final ASEAN Cup dan Port FC di laga klub, dua kali kalah dari tim Indonesia dalam seminggu.
Di podium penghargaan ASEAN Cup, Bihr juga mencatatkan insiden kontroversial. Saat Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyalami para pemain Thailand setelah mengalungkan medali perak, Bihr mengabaikan ajakan bersalaman. Ia juga menolak high five dari Justin Hubner, bek Port FC yang sama-sama bermain di final ASEAN Cup.
Dalam seminggu, Manuel Bihr mengalami dua kekalahan dari tim Indonesia—baik di level tim nasional maupun klub—dan dua kali menolak kontak kehormatan dengan pejabat tertinggi Indonesia.















