Home Berita Olah Raga Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Hilgers Tersisih oleh Cedera

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Hilgers Tersisih oleh Cedera

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand 4-2 lewat adu penalti dalam laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Pertandingan berakhir imbang 2-2 setelah perpanjangan waktu, mengakhiri penantian 35 tahun bagi sepak bola Indonesia untuk kembali menjadi juara di ajang internasional senior. Bek Mees Hilgers, yang tengah menjalani pemulihan cedera, menyatakan kebahagiaan sekaligus kekecewaan karena tidak bisa berkontribusi langsung di lapangan.

Hilgers, yang bermain di Eropa, mengaku bangga melihat rekan-rekannya membawa pulang trofi setelah terakhir kali Indonesia menang di SEA Games 1991 di Manila—kala itu belum ada batasan usia pemain. “Saya sangat bahagia atas keberhasilan negara saya dan tentu saja saya bangga untuk rekan-rekan saya di sana,” ujarnya, dikutip dari Voetbalprimeur. Ia mengakui impian pribadinya untuk menjadi bagian dari tim yang mengakhiri puasa gelar selama lebih dari tiga dekade belum terwujud. “Tentu saja saya ingin menjadi bagian dari tim yang mampu meraih gelar juara yang sudah tidak dirasakan selama lebih dari 30 tahun,” katanya.

Meski terpaut dari lapangan, Hilgers tetap memberikan apresiasi penuh kepada skuad Garuda yang dinilainya solid dan penuh semangat. “Jadi sangat mengecewakan saya tidak bisa berada di sana, namun saya turut bahagia atas keberhasilan rekan-rekan saya. Itu benar-benar sebuah tim yang solid dan saya sangat bahagia untuk mereka,” tambahnya. Kemenangan ini bukan hanya simbol kebangkitan sepak bola nasional, tetapi juga menjadi motivasi kuat bagi Hilgers untuk segera pulih dan kembali bersama tim.

Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, terus mempersiapkan tim untuk masa depan, dengan fokus pada pemain keturunan yang memiliki kecepatan ekstrem sebagai winger, seperti Demiane Agustien, Million Manhoef, dan Jahnoah Markelo, yang dinilai sesuai dengan filosofi permainan yang ia bangun.

Previous articleManuel Bihr Kembali Gagal, Dua Kali Kalah dari Indonesia dalam Seminggu
Next articleWakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Yonif TP 926/Pangalangok Libau di Kalimantan Barat