Sumbawanews.com,- Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov menolak tawaran Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk kembali bergabung dalam pemerintahan dengan jabatan baru, setelah diberhentikan pekan lalu setelah hanya enam bulan menjabat. Fedorov menegaskan bahwa ia hanya bersedia memimpin Kementerian Pertahanan, satu dari tiga posisi paling krusial dalam perang melawan Rusia, bersama presiden dan panglima tertinggi militer. Pemberhentian Fedorov memicu protes di sejumlah kota Ukraina dan disambut positif oleh Moskow. Ia menyatakan tidak ada jabatan lain yang memiliki otoritas nyata untuk memberantas korupsi dalam pengadaan senjata, menyelesaikan transformasi militer, atau menjalankan operasi asimetris terhadap Rusia. Fedorov menilai reformasi yang ia mulai sejak Januari lalu—termasuk penguatan pertahanan udara dan serangan jarak jauh—telah menciptakan peluang unik untuk memaksa Rusia menuju perdamaian melalui kekuatan, dan ia tidak ingin kehilangan momentum itu.















