Sumbawanews.com,- Setelah gantung sepatu, sejumlah mantan pemain Liverpool memilih jalan hidup yang jauh dari lapangan hijau—mulai dari nelayan salmon, DJ, politisi, pengusaha penitipan anak, pembalap motor, hingga pemilik studio tato. Mereka yang pernah mengukir sejarah di Anfield kini menjalani profesi yang tak terbayangkan oleh kebanyakan orang.
Vegard Heggem, bek asal Norwegia yang harus pensiun dini akibat cedera setelah lima tahun berseragam Liverpool, kini menjadi nelayan salmon di sungai Orkla, sekaligus mendirikan pondok pemancingan bagi para penggemar ikan salmon dari seluruh dunia. Djibril Cisse, pencetak 24 gol dalam 79 penampilan untuk The Reds, beralih menjadi DJ dan produser musik, dengan salah satu lagunya telah diputar lebih dari satu juta kali di Spotify, sambil mengembangkan merek pakaian sendiri. Vladimir Smicer, pahlawan Liga Champions 2005, terjun ke politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota Parlemen Eropa pada 2014 untuk partai Ceko Order of the Nation, meski gagal terpilih, ia tetap bekerja bersama Nigel Farage di Strasbourg.
Rob Jones, yang pensiun di usia 27 akibat cedera lutut, bersama istrinya membangun bisnis penitipan anak yang berkembang hingga ke Timur Tengah, melayani anak-anak dari berbagai negara. Jerzy Dudek, penjaga gawang legendaris yang menyelamatkan Liverpool di final Liga Champions 2005, beralih ke balap motor setelah pensiun pada 2011, dan pada 2016 ia mendaftar di Volkswagen Castrol Cup demi mengejar gairah baru dalam hidupnya. Sementara Daniel Agger, bek ber-tato terbanyak di dunia, membuka Tattoodo—studio tato terbesar di dunia—dan sejak 2021 menjabat sebagai manajer tim divisi dua Denmark, HB Koge, jabatan yang masih diembannya hingga kini.
Mereka bukan sekadar mantan pemain; mereka adalah bukti bahwa kehidupan setelah sepak bola bisa lebih menarik dari yang pernah dibayangkan.















