Sumbawanews.com,- Jaap Stam menilai Manchester United masih kekurangan pemain sayap berkecepatan tinggi dan kreatif, meski telah melakukan belanja besar di bursa transfer musim panas. Pelatih legendaris itu menyayangkan klub tidak mendatangkan sosok seperti Bradley Barcola, yang kini membela Liverpool setelah hengkang dari Paris Saint-Germain. Stam menekankan bahwa kebutuhan akan pemain sayap yang mampu menciptakan peluang tak bisa diabaikan, terutama mengingat ketergantungan tim pada Marcus Rashford dan fleksibilitas Bryan Mbeumo yang kerap berpindah posisi.
Meski Setan Merah sukses merekrut Youri Tielemans, Andrey Santos, dan Carlos Baleba untuk memperkuat lini tengah, Stam menilai fokus transfer mereka terlalu sempit. Menurutnya, tanpa penambahan sayap berkecepatan ekstrem dan gaya bermain tak terduga, serangan United akan kehilangan dimensi penting. Ia menyoroti Barcola sebagai contoh ideal—pemain yang menggabungkan kecepatan, ketajaman, dan kemampuan mengacaukan pertahanan lawan dengan gerakan tak terduga. “Dia adalah tipe pemain yang sangat kami butuhkan,” tegas Stam, merujuk pada kemampuan Barcola yang membuat Liverpool semakin ganas di sayap.
Stam tidak menyangkal kontribusi Rashford, tetapi ia mempertanyakan daya tahan performanya sepanjang musim. Dengan minimnya opsi di posisi sayap, ia khawatir beban akan terlalu berat bagi pemain yang sudah ada. Kehilangan kesempatan merekrut Barcola di musim panas lalu, menurutnya, adalah peluang yang terlewatkan untuk mengubah dinamika serangan United.















