Sumbawanews.com,- Presiden Persipura Jayapura Owen Rahadiyan dan Chief Operating Officer Persik Kediri Arthur Irawan menyatakan bahwa paradigma sepak bola Indonesia telah mengalami transformasi signifikan dalam lima tahun terakhir. Keduanya menyebut peningkatan struktural dan komersial di Liga Indonesia membuat manajemen klub lebih stabil dan menarik bagi mitra bisnis global. Owen mengakui sempat enggan menyaksikan pertandingan langsung dua dekade lalu, tetapi kini ia terlibat aktif dalam dunia sepak bola karena melihat perkembangan nyata—terutama dalam hal jadwal yang lebih terukur dan transparan. “Dulu kami bingung beli pemain karena jadwal tak jelas. Tiga tahun terakhir, semuanya lebih on time, memungkinkan kami membuat proyeksi yang realistis,” ujarnya dalam diskusi Water Break PSSI Pers di Jakarta, Senin (31/8).
Arthur menambahkan, kemajuan itu juga terlihat dari daya tarik komersial yang semakin meningkat. Ia mencontohkan kemitraan Persik Kediri dengan merek global asal Jerman, sekaligus menyambut baik kerja sama antara operator liga dengan Adidas sebagai salah satu indikator kenaikan kelas kompetisi. “Saya bangga berada di era ini. Komersial bukan lagi sekadar pelengkap, tapi tulang punggung keberlanjutan klub,” katanya dalam diskusi bertema Liga Naik Kelas. Keduanya sepakat, meski masih ada kritik terhadap keputusan tertentu, arah perkembangan Liga Indonesia jelas menuju profesionalisme yang berkelanjutan.















