Sumbawanews.com,- LG Electronics menghentikan produksi panel surya pada 2022, menarik diri dari bisnis energi terbarukan setelah menghadapi tekanan biaya material yang terus meningkat dan persaingan harga yang semakin sengit. Perusahaan asal Korea Selatan itu menyatakan ketidakpastian industri sebagai salah satu pertimbangan utama keputusan strategis ini. Produksi panel surya LG dikurangi secara bertahap sepanjang kuartal kedua 2022 untuk menyesuaikan persediaan, sementara dukungan purna jual tetap diberikan kepada pelanggan yang sudah menggunakan produknya.
Keputusan LG tidak sendirian. Panasonic juga keluar dari bisnis panel surya pada tahun yang sama, sementara Sharp melalui anak perusahaannya di Eropa menghentikan operasinya pada 2025. Meski permintaan energi surya terus meningkat, biaya produksi yang tinggi—terutama akibat harga perak dan biaya logistik yang belum menurun—membuat margin keuntungan menjadi sangat tipis. Tantangan serupa juga mendorong LG menghentikan bisnis perangkat pengisian kendaraan listrik pada 2025, setelah permintaan tidak tumbuh secepat perkiraan dan persaingan harga memperberat posisi bisnisnya.















