Sumbawanews.com,- Pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, kini berada di ambang rekor sejarah Liga Champions setelah mencatatkan empat assist dalam dua laga pembuka musim ini, ditambah satu gol yang membawa timnya berada di posisi kedua klasemen, bersama Paris Saint-Germain. Usia 19 tahun belum menghalanginya untuk menjadi mesin kreasi di lini serang Blaugrana, mengancam rekor assist terbanyak dalam satu musim Liga Champions yang selama ini dipegang James Milner dan Luis Figo dengan 9 assist. Tantangan berikutnya datang saat Barcelona bertandang ke Parc des Princes pada Rabu (21/10/2026) dini hari, di mana PSG diprediksi akan memperketat penjagaan terhadap pergerakan sang bocah Catalan.
Yamal, yang debut di tim senior Barcelona pada usia 15 tahun 9 bulan 16 hari pada 30 April 2023, menjadi produk terbaik akademi La Masia sejak Lionel Messi. Diberi kesempatan oleh Xavi Hernandez di tengah krisis keuangan klub, ia tidak hanya bertahan—ia bersinar. Di musim pertamanya bersama skuad utama, ia tampil 50 kali, mencetak 7 gol dan 9 assist, membuktikan bahwa ia bukan sekadar talenta masa depan, tapi kekuatan masa kini.
Di level tim nasional, Yamal juga telah menjadi bagian dari sejarah: ia ikut merayakan gelar juara Piala Dunia 2026 bersama Spanyol, di mana ia menjadi salah satu pahlawan di final melawan Argentina di East Rutherford, New Jersey, pada 19 Juli 2026. Bersama Barcelona, ia telah mengoleksi tiga gelar La Liga, dua Piala Super Spanyol, dan satu Copa del Rey—semua diraih sebelum genap berusia 20 tahun.
Bagi Yamal, trofi Liga Champions masih menjadi mimpi terbesar. Ia ingin membawa si Kuping Besar kembali ke Camp Nou, setelah terakhir kali diraih pada musim 2014/2015. Dengan kecepatan, visi, dan ketenangan di atas lapangan, ia bukan lagi bocah ajaib—ia adalah ancaman nyata bagi sejarah sepak bola Eropa.















