Sumbawanews.com,- Erik ten Hag mengungkapkan bahwa Cristiano Ronaldo mengecewakan rekan-rekannya selama periode keduanya di Manchester United, terutama karena kurangnya komitmen dalam sesi latihan. Pelatih asal Belanda itu mengatakan Ronaldo sering melewatkan latihan tim dan tidak berlari cukup jauh di lapangan, baik saat tim menguasai bola maupun saat bertahan. Ten Hag mengaku terkejut, karena sebelum bergabung dengan MU, ia telah terbang ke Portugal untuk membahas rencana bersama Ronaldo—termasuk peran dan tanggung jawabnya di dalam tim. Meskipun menghormati Ronaldo sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah, Ten Hag menegaskan bahwa sebagai manajer, ia harus membuat keputusan rasional demi kepentingan tim.
Ten Hag menyoroti etos kerja Ronaldo yang dinilai tidak sejalan dengan filosofi tim. Ia menilai, Ronaldo tidak hanya gagal berlari maksimal, tetapi juga meminta rekan-rekannya untuk menghemat tenaga selama latihan. “Keliru jika ada yang mengira saya menuntutnya untuk pressing hingga kelelahan. Masalahnya, dia tidak berlari sama sekali,” ujar Ten Hag. Menurutnya, menghemat energi boleh dilakukan—tapi hanya setelah pemain mencapai tingkat kebugaran yang memadai melalui latihan intensif. “Dia tidak mempersiapkan dirinya dengan baik,” tegasnya.
Konflik antara Ten Hag dan Ronaldo yang berlarut-larut akhirnya memicu keputusan klub untuk melepaskan CR7 pada 31 Desember 2022, ketika ia hengkang ke Al Nassr di Arab Saudi. Kepergian Ronaldo tidak hanya menandai akhir sebuah era, tetapi juga menjadi refleksi tentang bagaimana bahkan legenda sekaliber dia pun tidak bisa mengabaikan disiplin tim.















