Sumbawanews.com,- Kawasan Blok M di Jakarta Selatan tetap hidup dan dinamis bukan hanya karena akses transportasi MRT, tetapi karena peran aktif lebih dari 50 komunitas yang beragam. PT MRT Jakarta mengakui bahwa keberadaan komunitas—mulai dari kelompok olahraga hingga pengajian—menjadi inti dari strategi placemaking yang bertujuan menciptakan ruang publik yang dicintai masyarakat. Division Head Business Planning and Expansion PT MRT Jakarta, R Samuel Ryan Pradipta, menjelaskan bahwa pengembangan Blok M mengusung tema budaya dan nostalgia, sehingga bisa dinikmati lintas generasi, dari anak muda hingga mereka yang pernah berkunjung ke sana di masa sekolah. Ia menekankan bahwa komunitas tidak selalu perlu diajak secara aktif; ketika karakter ruang sesuai dengan identitas mereka, mereka akan datang sendiri. MRT Jakarta menerapkan empat prinsip utama dalam pengembangan kawasan: akses dan keterhubungan, kenyamanan dan citra kawasan, aktivitas berkelanjutan, serta keterlibatan masyarakat, demi menciptakan kota yang tidak hanya nyaman, tetapi juga layak dicintai.















