Sumbawanews.com,- Pada 2 November 2026, di Sirkuit Hermanos RodrÃguez, Mexico City, Kimi Antonelli, pembalap asal Italia berusia 20 tahun, resmi menjadi juara dunia Formula 1 2026 setelah mengumpulkan 380 poin, sembilan kemenangan, dan 16 podium dari 19 balapan. Dengan pencapaian ini, ia memecahkan rekor sebagai juara F1 termuda dalam sejarah, mengalahkan Sebastian Vettel (2010) dan Lewis Hamilton (2008) yang sama-sama meraih gelar di usia 23 tahun. Antonelli menggantikan Hamilton di tim Mercedes pada 2025, setelah sang legenda pindah ke Ferrari, dan langsung membuktikan diri sebagai generasi baru yang tak terbendung.
Lahir di Bologna pada 25 Agustus 2006, Kimi tumbuh dalam keluarga yang mendalam terlibat dalam motorsport. Ayahnya, Marco Antonelli, mantan pembalap mobil sport dan pemilik tim balap, memperkenalkannya pada gokart sejak usia tujuh tahun. Bakatnya cepat menonjol, hingga pada 2019, saat berusia 12 tahun, ia resmi bergabung dengan program pembinaan pembalap muda Mercedes. Dalam waktu singkat, ia meraih gelar juara Formula 4 Italia dan ADAC Formula 4 pada 2022, lalu memenangkan Formula Regional Middle East dan Formula Regional European Championship pada 2023.
Mercedes membuat keputusan langka dengan mempromosikannya langsung ke Formula 2 pada 2024 tanpa melewati Formula 3. Bersama PREMA Racing, Kimi menang di Sprint Race Silverstone dan Feature Race Hungaria, menunjukkan kematangan di atas lintasan. Di musim debutnya di F1 pada 2025, meski baru berusia 18 tahun, ia mengoleksi 150 poin dan tiga podium, membuktikan kemampuannya bersaing dengan pembalap berpengalaman.
Musim 2026 menjadi puncaknya. Dengan dominasi konsisten sepanjang musim, Kimi mengamankan gelar juara dunia pertamanya di GP Meksiko, mengalahkan rival-rival terberat seperti Max Verstappen dan Lewis Hamilton. Ia menjadi pembalap pertama dalam sejarah F1 yang meraih gelar juara dunia sebelum usia 21 tahun, sekaligus simbol keberhasilan program pembinaan Mercedes yang berjalan selama tujuh tahun.
Dari lintasan gokart ke podium tertinggi, Kimi Antonelli bukan hanya mencatatkan nama di buku rekor — ia mengukir sejarah sebagai wajah baru kejayaan Formula 1.















