Sumbawanews.com,- Michael Carrick tetap memimpin Manchester United hingga jeda internasional pada 9–17 November 2026, meski tim berjuluk The Red Devils mencatatkan rekor terburuk dalam 42 tahun terakhir. Tim asuhan Carrick belum menang dalam sembilan pertandingan berturut-turut di semua kompetisi, termasuk kekalahan 0–2 dari Chelsea pada Sabtu lalu. Kini, United berada di peringkat ke-17 klasemen Liga Inggris 2026–2027 dengan tujuh poin, hanya unggul selisih gol dari Crystal Palace yang berada di zona degradasi. Keputusan nasib Carrick akan dibahas ulang oleh CEO Omar Berrada dan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox selama jeda internasional, setelah pertandingan melawan Aston Villa pada Minggu depan.
Meski tekanan semakin memuncak, manajemen masih memberi kesempatan kepada Carrick untuk memperbaiki performa. Dukungan dari suporter yang tetap menyemangati tim meski kalah di Stamford Bridge menjadi bukti bahwa kepercayaan belum sepenuhnya hilang. Carrick sendiri menegaskan komitmennya untuk terus memimpin tim, termasuk saat menghadapi AS Roma di Liga Champions. “Kami harus terus melangkah maju dan memenangkan pertandingan, sesederhana itu,” ujarnya.
Di balik layar, nama Eddie Howe muncul sebagai kandidat utama pengganti Carrick jika keputusan pemecatan diambil. Mantan pelatih Newcastle itu terbuka untuk bergabung, meski Manchester United harus membayar kompensasi sekitar 3 juta poundsterling. Sementara itu, Julian Nagelsmann juga menjadi pilihan serius yang telah dijajaki oleh Christopher Vivell, direktur rekrutmen United, berkat hubungan kerja sebelumnya saat sama-sama berada di RB Leipzig.
Dengan sembilan laga tanpa kemenangan dan tekanan dari publik, masa depan Carrick kini bergantung pada hasil dua pertandingan mendatang—melawan Aston Villa di Liga Primer dan AS Roma di Liga Champions—sebelum keputusan akhir diambil pada November mendatang.















