Sumbawanews.com,- Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus 2026 menewaskan sedikitnya 294 orang dan membuat 320 lainnya masih hilang. Di antara korban yang paling memilukan adalah keluarga Saavedra Caycedo, di mana tiga saudara kembar—Ana María, Sofía, dan Isabella—bersama ayah, ibu, dan paman mereka tewas dalam reruntuhan apartemen di Cali. Hanya Ana María yang selamat, meski dengan luka patah pada lengan dan panggul, setelah terjebak berjam-jam di bawah puing-puing.
Keluarga itu ditemukan dalam kondisi yang mengharukan: ayah dan ibu ditemukan berpelukan, sementara Sofía dan Diego juga ditemukan meninggal. Isabella menjadi korban terakhir yang dievakuasi. Dalam laman penggalangan dana GoFundMe yang dibuat keluarga, disebutkan bahwa ketiga kembar itu baru saja lulus dari universitas dan bekerja bersama, dengan mimpi dan rencana masa depan yang masih tergantung di udara. Ana María kini menjalani proses pemulihan fisik dan emosional yang panjang, didukung oleh ribuan donasi dari publik.
Sepupu keluarga, Camila Martínez Sierra, mengenang momen-momen kebersamaan mereka lewat foto dan video: pakaian serasi di tepi kolam, tawa di sekitar api unggun, pelukan yang dulu dianggap biasa kini menjadi kenangan paling berharga. “Kami tidak pernah membayangkan bahwa gambar-gambar itu akan kami lihat dengan cara yang sangat berbeda,” tulisnya di Instagram. Gempa ini, kata keluarga, mengingatkan bahwa tak ada yang benar-benar terjamin—bahkan pelukan, panggilan telepon, atau ucapan “aku mencintaimu” yang ditunda bisa jadi yang terakhir.














