Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana normalisasi sungai akan dilakukan saat debit air mulai menurun akibat kemarau panjang. Pernyataan ini disampaikannya usai menghadiri acara Capacity Building tentang Penerbitan Obligasi di Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, pada Selasa, 21 Juli 2026. Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi-lokasi yang telah dibebaskan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Badan Pertanahan Nasional untuk proses normalisasi, meskipun ia menegaskan bahwa Jakarta saat ini belum mengalami krisis air.
Pemantauan menunjukkan penyusutan debit air sudah terjadi di beberapa titik di Sungai Ciliwung, khususnya di kelurahan Babakan Pasar dan Bendung Katalumpa, Kota Bogor. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini akan lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal, dengan puncak kekeringan diproyeksikan terjadi antara Juli hingga September 2026 akibat fenomena El Nino. Pramono menekankan bahwa normalisasi akan dijalankan secara strategis, memanfaatkan waktu ketika air sungai berada pada level terendah untuk memaksimalkan efektivitas pengerjaan.















