Sumbawanews.com,- Perkembangan ekonomi digital yang pesat di Indonesia meningkatkan nilai data perusahaan, sekaligus memperbesar risiko kebocoran yang berasal dari dalam organisasi. SearchInform, penyedia solusi keamanan informasi internasional, resmi membuka kantor operasional di Jakarta untuk memperkuat perlindungan data dari ancaman internal seperti kelalaian karyawan dan insider threat. Perusahaan ini menekankan bahwa ancaman siber tidak lagi hanya datang dari luar, tetapi juga dari aktivitas pengguna dalam jaringan perusahaan yang kurang terpantau. Pendekatan ini sejalan dengan momentum penegakan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang mewajibkan entitas bisnis mengawasi pengolahan data pribadi secara ketat.
Founder SearchInform, Lev Matveev, menyatakan bahwa peningkatan penggunaan perangkat berbasis AI membawa risiko baru yang perlu diantisipasi. Ia menambahkan, perusahaan tidak hanya menyediakan perangkat lunak, tetapi juga memberikan dukungan berkelanjutan mulai dari konsultasi, pengujian, hingga implementasi harian. Di acara peresmian kantor Jakarta, lebih dari 80 profesional keamanan siber, integrator sistem, dan pelanggan korporasi besar seperti NEC, Berca, Abhinawa, Visionet, dan Xquisite hadir sebagai bentuk dukungan terhadap upaya mitigasi risiko internal.
Country Director SearchInform Indonesia, Mairi Herman, menjelaskan bahwa banyak organisasi masih lengah dalam memantau akses dan pergerakan data sensitif di dalam jaringan mereka. Melalui teknologi pemantauan terpadu seperti Data Loss Prevention (DLP), Data-Centric Audit and Protection (DCAP), dan SIEM yang terintegrasi dengan AI, perusahaan kini dapat mendeteksi kejanggalan aktivitas secara real-time sebelum terjadi insiden kebocoran. Mitra strategis lokal, seperti Christian Perdana dari PT Nalela Karya Persada, menilai bahwa UU PDP memaksa industri bergerak lebih cepat dalam membangun visibilitas menyeluruh atas bagaimana data pribadi diakses, dibagikan, dan disimpan.
Pembukaan kantor Jakarta melengkapi ekspansi SearchInform di Asia Tenggara, setelah sebelumnya membuka kantor di Ho Chi Minh City dan Kuala Lumpur. Ke depan, perusahaan berencana memperluas edukasi keamanan siber melalui forum industri, pelatihan praktisi, dan pendampingan teknis berkelanjutan bagi mitra lokal.















