Home Serba Serbi Tekno Kapal Sampah Nirkabel dari ITS Berlayar ke Bali dan Kalimantan

Kapal Sampah Nirkabel dari ITS Berlayar ke Bali dan Kalimantan

Sumbawanews.com,- Tim peneliti Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil merancang tiga kapal nirkabel pembersih sampah laut, yang kini telah beroperasi di perairan Bali dan Kalimantan Selatan. Inovasi ini lahir dari kekhawatiran mendalam terhadap krisis sampah maritim yang mengancam ekosistem laut dan keberlangsungan biota laut.

Kapal-kapal ini dirancang dengan prinsip kesederhanaan: berbentuk katamaran, dengan dua lambung sejajar yang menopang sistem pengumpul sampah di bagian tengah. Desainnya sengaja dibuat agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat lokal, menghindari ketergantungan pada teknologi canggih yang sulit dipertahankan di daerah terpencil.

Dua unit berukuran besar, masing-masing panjang 8 meter dan lebar 2,6 meter, mampu menampung hingga 500 kilogram sampah. Kapal-kapal ini telah dikerahkan oleh Pertamina untuk membersihkan perairan pesisir di Bali dan Kalimantan Selatan. Sementara satu unit lebih kecil, berukuran 4 x 1,5 meter dengan kapasitas 300 kilogram, digunakan di danau kampus ITS di Surabaya sebagai uji coba operasional sehari-hari.

Kapal-kapal ini dikendalikan secara jarak jauh dengan jangkauan hingga satu kilometer, dilengkapi kamera CCTV untuk pemantauan real-time, alat pencacah sampah untuk mempermudah pengolahan, dan sumber energi listrik dari panel surya—memastikan operasinya ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Menurut Ketua Tim Riset, Hasanudin, pendekatan teknologi yang sederhana justru menjadi kekuatan utama. “Kami tidak ingin inovasi ini hanya jadi pajangan. Jika terlalu rumit, ia akan mati di lapangan karena tidak ada yang bisa memperbaiki,” ujarnya.

Di masa depan, tim ITS berencana mengintegrasikan kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT) agar kapal bisa secara otomatis mendeteksi konsentrasi sampah di laut, memungkinkan penyebaran yang lebih efisien dan responsif. Tujuan akhirnya jelas: menciptakan model yang bisa direplikasi oleh komunitas pesisir, pemerintah daerah, dan industri, sehingga perang melawan sampah laut bukan lagi tanggung jawab tunggal pemerintah, tapi gerakan bersama.

Dengan keberhasilan ini, ITS tidak hanya menawarkan solusi teknis—tapi juga mengajak bangsa ini untuk berpikir ulang: keberlanjutan laut tidak selalu butuh teknologi mahal, tapi kecerdasan yang tulus dan desain yang peduli.

Previous articleMulai 2026, Tujuh Kelas Produk Wajib Bersertifikat Halal
Next articleJPO Tegar Beriman, Ikon Baru Pusat Pemerintahan Bogor
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.