Sumbawanews.com,- Lionel Messi kehilangan sosok terpenting dalam hidupnya setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun. Real Madrid, rival abadi Messi selama di Barcelona, mengirimkan ucapan belasungkawa resmi kepada keluarga Messi, menyatakan duka mendalam atas kepergian pria yang menjadi tulang punggung karier sang legenda. Jorge meninggal setelah kondisinya memburuk dalam beberapa waktu terakhir, termasuk tidak mampu hadir di Piala Dunia 2026 karena perawatan medis yang sedang dijalani. Tidak disebutkan penyakit yang dideritanya, namun peran Jorge sebagai pelatih awal, pendukung setia, dan penjembatana pengobatan hormon pertumbuhan putranya di masa kecil telah membentuk jalannya sejarah sepak bola modern.
Jorge Messi bukan sekadar ayah, tapi arsitek diam-diam di balik kegemilangan Lionel. Ia memulai perjalanan sang putra di klub lokal Abanderado Grandoli, lalu memperjuangkan agar Lionel mendapat perawatan di Newell’s Old Boys, yang akhirnya membawa sang anak ke Barcelona. Tanpa keteguhan Jorge, mungkin dunia tak akan pernah menyaksikan Messi sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Real Madrid, meski menjadi lawan abadi di lapangan, tak ragu mengakui jasa Jorge dalam pernyataan resminya: “Real Madrid CF, presiden, dan jajaran manajemen sangat berduka mendengar kabar meninggalnya ayah Leo Messi, Jorge Messi. Klub turut berbelasungkawa untuk Leo, keluarganya, dan seluruh orang tercinta. Semoga dia beristirahat dengan tenang.”
Kabar duka ini pun menggema luas di dunia sepak bola, termasuk dari Newell’s Old Boys, klub yang pernah menjadi rumah pertama Messi di level profesional. Kehilangan Jorge bukan hanya duka pribadi, tapi juga kehilangan simbol keteguhan seorang ayah yang rela berjuang demi mimpi anaknya—tanpa pamrih, tanpa sorotan, tapi dengan cinta yang tak tergantikan.















