Sumbawanews.com,- Winston-Salem – Timnas Jerman diperingatkan untuk segera memperbaiki kelemahan di lini tengah menjelang laga 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Paraguay. Meski sudah lolos sebagai juara Grup E, Die Mannschaft dinilai terlalu sering kehilangan bola di area krusial saat menyerang, sebuah kelemahan yang bisa dimanfaatkan lawan yang tangguh.
Setelah menang telak 7-1 atas Curacao, Jerman meraih kemenangan sempit 2-1 melawan Pantai Gading, sebelum terkejut dikalahkan 1-2 oleh Ekuador di laga terakhir fase grup. Kekalahan itu mengungkap kerapuhan dalam transisi permainan, terutama saat membangun serangan dari tengah lapangan.
Rudi Völler, legenda sekaligus direktur timnas Jerman, secara terbuka mengkritik performa tim asuhan Julian Nagelsmann. “Ketika situasi memanas, kami menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Tapi di dua pertandingan terakhir, kami terlalu sering kehilangan bola secara tidak perlu di lini tengah—kesalahan yang justru dihukum oleh lawan,” ujar Völler, dikutip dari laman resmi DFB.
Ia menekankan bahwa meski tim memiliki pemain-pemain berbakat dalam dribel dan menciptakan peluang, keberanian itu harus seimbang dengan disiplin taktis. “Kami tidak bisa mengulangi kesalahan di area-area kritis. Paraguay adalah tim yang cerdas dan cepat dalam konter. Mereka akan menghukum setiap kecerobohan.”
Pertandingan antara Jerman dan Paraguay akan berlangsung di Foxborough pada Selasa, 30 Juni 2026, pukul 03.30 WIB. Ini adalah pertemuan kompetitif pertama kedua tim sejak laga 16 besar Piala Dunia 2002, ketika Jerman menang 1-0. Paraguay sendiri lolos sebagai peringkat tiga Grup D, dengan catatan satu menang, satu seri, dan satu kalah, serta mampu bertahan ketat meski tak banyak mencetak gol.
Dengan keunggulan teknis dan pengalaman, Jerman diharapkan bisa mengendalikan permainan. Namun, jika lini tengah tetap rapuh, mimpi melangkah jauh di turnamen ini bisa runtuh sebelum waktunya.















