Sumbawanews.com,- FIFA menghadapi gelombang kritik tajam menjelang laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, setelah memutuskan menerapkan aturan baru Video Assistant Referee (VAR) yang belum resmi diakui oleh IFAB. Protokol yang dianggap melampaui batas regulasi sepak bola dunia ini akan digunakan pada pertandingan paling bergengsi, meskipun hanya berstatus uji coba dan belum menjadi bagian dari Laws of the Game.
Aturan baru tersebut memperluas kewenangan VAR untuk meninjau pelanggaran yang terjadi sebelum bola dinyatakan hidup, seperti pada situasi sepak pojok atau tendangan bebas, jika dianggap berdampak langsung terhadap gol, penalti, atau keputusan disiplin. Keputusan ini memicu kekhawatiran luas di kalangan mantan wasit, analis, dan media internasional, yang mempertanyakan kesesuaian penerapan teknologi yang masih dalam tahap eksperimen pada panggung tertinggi sepak bola.
IFAB memang memberi izin sementara kepada FIFA untuk menguji coba perubahan ini selama Piala Dunia 2026, namun menegaskan bahwa keputusan akhir untuk mengadopsinya secara permanen akan ditentukan setelah turnamen berakhir. Kritik utama datang dari kekhawatiran bahwa perluasan cakupan VAR akan memperpanjang jeda pertandingan, memperumit konsistensi keputusan, dan membuka ruang bagi interpretasi subyektif yang berbeda di setiap laga.
Dengan final yang akan digelar di Stadion New Jersey pada Senin dini hari WIB, seluruh mata dunia kini tertuju bukan hanya pada duel Messi versus Lamine Yamal, tetapi juga pada integritas sistem keputusan yang akan menentukan sang juara dunia.















