Home Berita Olah Raga Jay Idzes dan Kevin Diks Tak Cukup Angkat Timnas Indonesia ke Level...

Jay Idzes dan Kevin Diks Tak Cukup Angkat Timnas Indonesia ke Level Elite Asia

Sumbawanews.com,- Pengamat sepak bola Anton Sanjoyo menegaskan bahwa kehadiran pemain diaspora seperti Jay Idzes dan Kevin Diks belum cukup untuk menjadikan Timnas Indonesia bersaing di level elite Asia. Dalam wawancara di YouTube Ruang Publik pada 12 Agustus 2026, ia menilai bahwa kegagalan Timnas di Piala AFF 2026 mengungkap ketimpangan kualitas antara pemain inti dan lapis kedua, yang menjadi titik lemah utama tim saat menghadapi lawan kuat. Anton menekankan bahwa meski Jay Idzes dan Kevin Diks absen di sebagian laga Piala AFF 2026, kegagalan tim tidak bisa hanya dibebankan pada ketidakhadiran mereka, karena sebagian besar pemain lain juga belum menunjukkan kesiapan di level internasional. Ia mempertanyakan realisme target Indonesia meraih peringkat empat di Piala Asia 2027, mengingat lawan-lawan yang bakal dihadapi—Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Irak—merupakan kekuatan sepak bola Asia yang jauh di atas level skuad saat ini.

Anton menyoroti bahwa pelatih John Herdman tidak bisa lagi mengandalkan argumen bahwa keberadaan Jay dan Kevin sebagai “penyelamat” tim. Menurutnya, meski kedua pemain itu berlevel tinggi di klub masing-masing, kualitas keseluruhan skuad Garuda masih jauh dari standar kompetisi Asia. Ia menekankan bahwa satu atau dua pemain bermutu tinggi tidak bisa menutupi kelemahan sistemik di lini tengah dan belakang, terutama ketika menghadapi tim-tim dengan struktur permainan matang dan kedalaman skuad yang kuat. Anton juga menekankan bahwa evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan, bukan hanya fokus pada pemain diaspora, tetapi juga pada pembinaan jangka panjang, pelatihan teknis, dan peningkatan kompetisi domestik.

Sementara itu, pengamat lain, Bung Ropan, menyebut bahwa sekitar 15 pemain diaspora kemungkinan besar akan merapat untuk memperkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026—berbeda dengan komposisi skuad di Piala AFF 2026 yang lebih terbatas. Namun, Anton tetap menegaskan bahwa jumlah pemain diaspora bukan solusi ajaib; tanpa peningkatan kualitas keseluruhan, kehadiran mereka pun tidak akan mengubah nasib Timnas Indonesia di panggung Asia. Ia menutup kritiknya dengan pertanyaan tajam: apakah dengan Jay Idzes dan kawan-kawan, Indonesia benar-benar mampu bersaing melawan Jepang, Korea Selatan, Iran, atau Irak? Baginya, itu tetap menjadi tanda tanya besar yang belum terjawab.

Previous articlePersib Bandung Terkena Sanksi FIFA, Ini Penjelasan Resmi Manajemen
Next articleKapolri Apresiasi Tiga Anak yang Mendongeng dan Berbagi Cita-cita