Sumbawanews.com,- Federasi Sepakbola Italia (FIGC) terbuka membahas pendekatan kepada Pep Guardiola sebagai calon pelatih timnas, sebuah langkah yang langsung mendapat kritik tajam dari Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi. Pendekatan publik itu dinilai sebagai perjudian berisiko tinggi, mengingat Guardiola telah menolak tawaran itu demi istirahat setelah 10 tahun memimpin Manchester City. FIGC sebelumnya juga mendekati Carlo Ancelotti, namun keduanya menolak, sehingga kini fokus beralih ke Andrea Pirlo yang diyakini akan diangkat dengan kontrak empat tahun.
Abodi menegaskan bahwa komunikasi terkait rekrutmen pelatih nasional seharusnya tetap bersifat rahasia, kecuali jika ada keyakinan kuat bahwa kesepakatan akan terwujud. “Mengungkapkan nama calon tanpa kepastian justru terasa seperti perjudian,” ujarnya dalam wawancara dengan Sky TG24. Ia menekankan bahwa keputusan ini bukan sekadar urusan jangka pendek, melainkan strategi empat tahun yang harus matang dan terukur. Meski mengaku sebagai penggemar timnas, Abodi menyerahkan pilihan akhir kepada Presiden FIGC, Gabriele Gravina, bersama Paolo Maldini dan Leonardo.
Pirlo, yang kini masih menangani United FC di Uni Emirat Arab, dianggap sebagai pilihan realistis setelah pengalaman pelatihannya di Juventus, Sampdoria, dan Karagumruk. Abodi menyatakan harapannya agar Pirlo mampu membuktikan kapasitasnya di level tertinggi, mengingat beban besar yang akan dipikulnya untuk membangun kembali kejayaan Azzurri pasca gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari FIGC mengenai kontrak dan detail teknis rekrutmen Pirlo.















